Berani Tampil Beda

Soal Guru Mengaji Babak Belur Di Pukuli Dengan Linggis (3). Garuda Merah Putih Community Siap Bantu Polsek Helvetia Tangkap Pelaku

 

MEDAN – Lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap Guru Mengaji/penjaga mesjid, Abdul Rahman oleh Polsek Medan Helvetia terus mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Kali ini dari Presidium Garuda Merah Putih Community, Dedi Harvysyahari.

Ia mengutuk keras aksi brutal bandar sabu, MR Als TM yang memukuli guru mengaji dengan linggis. Ia meminta Polsek Helvetia segera menangkap para pelaku.

“Polisi harus menindak lanjuti laporan korban, tangkap para pelakunya. Jangan sampai masyarakat melakukan hal-hal yang nantinya melanggar hukum ketika aparat kepolisian abai dan terkesan tidak menindak lanjuti laporan masyarakat. Kita siap membantu menangkap para pelaku,” ujar Presidium Garuda Merah Putih, Dedi Harvysyahari, Selasa (6/10/2020).

Dedi Harvysyahari, Presidium Garuda Merah Putih Community
Dedi Harvysyahari, Presidium Garuda Merah Putih Community

Dedi menambahkan bahwa masih berkeliarannya pelaku tanpa adanya tindakan tegas dari pihak Polsek Helvetia akan menjadi pemikiran yang buruk dari masyarakat.

“Jika pihak Polsek Helvetia tidak juga bisa menangkap pelaku, kita siap membantu menangkap pelaku. Jika perlu kita juga akan melakukan aksi ke Mapolrestabes Medan meminta Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap pelaku,” tegasnya mengakhiri.

Sebelumnya, Abdul Rahman (53), seorang guru mengaji sekaligus penjaga Mesjid Al Hasanah babak belur dihajar oleh 3 preman kampung dengan menggunakan besi linggis karena melarang para “pembeli” narkotika melewati halaman mesjid, Kamis (1/9/2020).

Menurut informasi, aksi brutal pelaku bermula saat korban yang bekerja sebagai guru ngaji sekaligus penjaga mesjid Al Hasanah melarang “pasien” pelaku parkir dan transaksi barang haram melewati halaman mesjid. Tak terima, salah seorang pelaku yang dikenal sebagai pengedar sabu langsung membawa 2 orang temannya mendatangi korban. Korban yang sedang berada di kedai langsung diancam bunuh. Tidak itu saja, para pelaku langsung memukul korban dengan menggunakan besi linggis di bagian punggung, tangan dan kaki. Akibat kejadian, korban mengalami sakit disekujur tubuhnya. Tak terima, korban pun melaporkan kasus ini ke Polsek Medan Helvetia dengan STTLP/442/IX/2020/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN HELVETIA.

“Kejadiannya Kamis (17/9/2020) lalu. Hal ini setiap hari terjadi, jadi kemarin ada orang mau beli narkotika parkir di halaman mesjid, lalu saya larang, kalo mau beli sabu jangan dari sini (halaman mesjid), sering saya larang tapi mereka gak pernah dengar,” ujar korban, Abdul Rahman kepada wartawan, Kamis (1/10/2020). (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.