Berani Tampil Beda

Sebelum Dibunuh Dan Dibakar, Karyawati Salon Komplek Cemara Ini Diperkosa Pelaku

 

MEDAN – Akhirnya, setelah melakukan Pra rekontruksi, Satreskrim Polrestabes Medan menetapkan 3 orang tersangka pembunuhan terhadap Elviana (21) karyawati salon yang ditemukan tewas di Komplek Cemara Asri Jalan Duku, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan. Kedua pelaku merupakan narapidana kasus cabul yang bebas berkat program asimilasi.

“Tiga orang kita tetapkan sebagai tersangka, adapun identitas pelaku berinisial J (22), ibu kandung pelaku berinisial TS (56) dan M (22) warga Jalan Garuda, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edizzon Issir didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Jumat (8/5/2020).

Isir menambahkan, kedua tersangka J dan M merupakan narapidana yang baru saja bebas pada 7 April 2020 kemarin berkat adanya program asimilasi.

“Tersangka J ini divonis 6,5 tahun sedangkan tersangka M ini divonis 7 tahun penjara yang keduanya terlibat dalam kasus pencabulan anak,” paparnya.

Lalu, Isir menjelaskan bahwa aksi pembunuhan sadis tersebut bermula dari salah seorang tersangka M menjemput korban dikediamannya di Jalan Pukat ke lokasi kejadian. Sesampainya dilokasi, pemilik rumah, J mengajak korban untuk berhunungan suami istri, karena menolak, pelaku menjadi emosi dan nekat membenturkan kepala korban ke dinding hingga pingsan.

“Begitu pingsan tersangka lalu memperkosa korban sebanyak 1 kali. Lalu tersangka ini mengambil pisau dapur dan membunuh korban dengan cara menusuk di bagian dada kiri dan perut,” terangnya.

Kemudian, pelaku menghubungi M dan menyuruhnya membeli bensin. Dan langsung membakar tubuh korban. Usai melakukan niat jahatnya, tersangka M kembali menghubungi tersangka TS yang merupakan ibu dari tersangka J untuk datang ke lokasi kejadian.

“Begitu di TKP, tersangka J dan TS mengangkat tubuh korban ke ruang tengah rumah tersebut. Lalu tersangka J mengambil sebilah parang dari dapur dan membelah perut serta memotong lengan kanan korban. Usai itu, tersangka TS mengambil kardus dan lakban dan memasukkan tubuh korban ke dalam kardus tersebut, “ungkap Isir.

Selanjutnya tersangka J ini memesan taksi online dan berencana membawa kardus tersebut ke kawasan Kecamatan Lubuk Pakam.

“Namun niat tersangka itu batal dikarenakan kardusnya sobek dan darah berceceran di lantai yang kemudian dibersihkan/dipel oleh tersangka TS. Tersangka J dan TS ini sempat mengintimidasi tersangka M agar mau mengakui kalau dirinyalah yang telah melakukan pembunuhan tersebut dan menulis pernyataan di atas kertas dan mencoba meminum obat anti nyamuk untuk menyakinkan bahwa rangkaian kejadian tersebut adalah perbuatan tersangka M tanpa melibatkan orang lain,” terang Isir.

Dan terungkapnya kasus ini setelah TS melaporkan kasus pembunuhan kepada ibu korban. Petugas Satreskrim Polrestabes Medan yang datang ke lokasi langsung mengamankan TKP, jasad korban, saksi dan barang buktinya.

“Akibat perbuatannya, tersangka J dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHPidana. Sedangkan untuk TS dan M dijerat Pasal 340 Jo 338 Jo 55,56 KUHPidana,” paparnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Seketika warga Komplek mewah Cemara Asri dihebohkan dengan aksi sadis seorang pria nekat membunuh kekasihnya dan memasukkannya kedalam kardus, Rabu (6/5/2020).

Menurut informasi, aksi sadis pelaku diduga dilakukan sekitar Pukul 22.00 WIB. Saat itu kedua pasangan kekasih tersebut berada didalam rumah di Jalan Duku, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan. Pelaku diketahui berinisial M dan kekasihnya berinisial E. (Rom)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang