Berani Tampil Beda

Profesinya Dilecehkan, Pengacara Ini Minta Terdakwa ‘Isan Wijaya’ Ditahan

 

MEDAN – Agus Arianto Samosir, SH merasa profesinya sebagai advokat dilecehkan dikarenakan ucapan terdakwa ‘Isan Wijaya’ di grup Telegram United MIA Member For Justice. Hal itu di ungkapkannya seusai menjadi saksi dipersidangan yang digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (18/3/2020).

“Saya minta dia (terdakwa) harus ditahan, biar ada efek jera. Agar orang tak sembarangan memberikan statement,” ucapnya.

Agus Arianto Samosir yang menjadi korban pencemaran nama baik ini juga menyebutkan bahwa dirinya kecewa dengan terdakwa Isan Wijaya yang telah mencemarkan nama baiknya.

“Saya merasa dilecehkan karena nama baik saya dicemarkan bukan secara pribadi namun juga secara profesi,” tegasnya.

Saksi menerangkan jika didalam grup Telegram United MIA Member For Justice, terdakwa Isan Wijaya mengirimkan kata-kata yang menghinanya baik pada dirinya maupun profesinya sebagai pengacara.

Selain itu dihadapan Majelis Hakim, saksi, Agus Arianto Samosir, SH juga menjelaskan bahwa dirinya mengetahui hal tersebut dari rekannya Salim yang ikut bergabung di dalam grup.

“Di grup Telegram itu dikirimnya somasi yang saya kirim kepadanya, dan dibilangnya saya memeras, pengacara kaleng-kaleng,” jelas saksi korban.

Dalam dakwaan Jaksa Indra mengatakan pada waktu sebagaimana disebutkan diatas, saksi Agus Arianto Samosir mengirimkan surat Somasi No.28/Som/VII/2019 tanggal 24 Juli 2019 kepada terdakwa Isan Wijaya ke alamat rumah terdakwa.

Kemudian pada hari sabtu tanggal 27 Juli 2019 Pukul 04.40 WIB saksi Salim Indra Gunawan memberitahukan kepada saksi Agus Arianto Samosir bahwa terdakwa membuat postingan akun telegram terdakwa tentang gambar surat somasi yang saksi Agus Arianto Samosir kirim ke terdakwa.

Dan oleh akun telegram terdakwa tersebut juga memposting dan mengirim kalimat–kalimat yaitu “Sy sendiri sudah menjadi korban pengacara kaleng2 yg mau memeras..sy berikan bukti nya. Supaya jgn anda semua akan menjadi korban berikut nya memanfaatkan insiden mia”

“Banyak sekali pengacara kaleng2 yg suka memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk memeras org” bebernya.

Terlihat dalam persidangan saksi korban tampak tenang menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong, SH, MH maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Zamachshari, SH. Dan saksi korban juga tampak tegas menjawab pertanyaan penasehat hukum terdakwa Isan Wijaya.

Terdakwa diancam pidana dalam pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Rom)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang