Berani Tampil Beda

Pemilik Senpi Ilegal Diringkus Polsek Kutalimbaru

 

KUTALIMBARU – Tim Reskrim Polsek Kutalimbaru meringkus seorang laki-laki terkait kepemilikan senjata api (senpi) illegal dari kawasan Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Senin (11/1) lalu.

Dari tersangka Budiyanto Syahputra alias Putra (34) warga Jalan Sei Mencirem, Dusun VA, Desa Sei Mencirem, Kecamatan Kutalimbaru ini ditemukan satu pucuk senpi jenis FN berikut dua butir peluru.

Untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka berikut barang bukti diamankan ke Mapolsek Kutalimbaru.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Hendri Surbakti SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Syafrizal S.Sos dalam keterangannya Kamis (21/01) siang mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan ulah tersangka yang over akting melepaskan tembakan ke udara.

“Tersangka ini sempat melepaskan satu kali tembakan ke udara menggunakan senpinya, karena ulah nya itu lah, masyarakat sekitar jadi resah dan ketakukan. Selanjutnya masyarakat pun melaporkan aksinya itu ke kita,”ujar AKP Hendri.

Begitu terima laporan, terang AKP Hendri, dirinya langsung memerintahkan anggota turun ke lapangan melakukan penyelidikan. Untuk memudahkan proses penangkapan tersebut, petugas pun melakukan under cover by (penyamaran).

“Awalnya, anggota belum berhasil mendapatkan senjata apinya itu, karena tersangka tidak mau mengeluarkannya jika tidak ada pembelinya. Namun, karena anggota yang melakukan penyamaran mengaku mau membeli, tersangka pun mau mengambil senpi tersebut.

“Akhirnya disepakati kalau senpi dimaksud harganya Rp. 5 Juta. Dan untuk meyakinkan tersangka, anggota memberikan uang tanda jadi sebesar Rp.500 Ribu. Karena sudah yakin dengan si pembeli, tersangka pun mengambil senjata api jenis FN itu,” sebutnya.

Saat tersangka sudah memegang senjata api tersebut, ungkapnya lagi, petugas langsung melakukan penangkapan.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku kalau senjata api tersebut didapatkan nya dari seseorang bernama Eko (DPO). Dia nekat menjual senjata api milik temannya itu, karena butuh uang untuk membeli sabu.

“Tersangka ini merupakan mantan residivis kasus perampokan di wilayah Hukum Polsek Sunggal pada tahun 2007 lalu, dan menjalani masa penahanan di Rutan Labuhan Deli. Kemudian melakukan kasus pemerasaan di wilkum Polsek Kutalimbaru dengan masa hukuman selama 7 Bulan, serta terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan sesuai LP/27/K/III/2018/SPKT/SEK KUTALIM,” terang AKP Hendri. (ali)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.