Berani Tampil Beda

Motif Dendam, Abang Adik Nekat Tikam Tetangganya Hingga Tewas

 

NIAS – Seketika warga Kecamatan Idanogawo dihebohkan dengan aksi brutal Abang beradik OG (35) dan BG (33) yang tega menikam tetangganya, JG (38) hingga tewas dengan luka tusukan di dada. Ironisnya aksi brutal pelaku diketahui dikarenakan dendam dengan kematian ibunya yang diduga di guna-guna korban, Jumat (17/7/2020).

“Di sana (rumah korban) saat itu diputarkan house musik, pada malam itu juga pelaku bersama dengan kawan-kawan yang menghadiri kegiatan itu sambil minum tuak,” ujar Kapolres Nias, AKPB Deni Kurniawan.

Lalu sekitar pukul 00.30 WIB kedua korban JG dan FG datang juga ke acara itu. Mereka datang berboncengan sepeda motor. Setelah turun ke duanya menyalami tamu yang hadir dan juga pemilik rumah.

“Setelah itu terlintas dipikiran OG, seperti yang dikatakan oleh ibu kandungnya, bahwa JG dan FG merupakan penyebab penyakit ibunya, hingga sampai meninggal,”ujar Deny.

Lalu tanpa basa basi OG berdiri mengambil pisau di pinggangnya, lalu menikam FG di dada sebelah kanan, sebanyak dua kali.

Usai melakukan aksinya, tersangka dikejar oleh adik korban JG. Tersanga OG lalu lari ke dalam rumah pemilik acara, hingga akhirnya posisinya terpojok.

“Posisi Inisial OG sudah tidak bisa lari lagi OG pun langsung menikam JG di bagian dada sebelah kanan sebanyak satu kali,”

“Pada saat itu juga tersangka BG datang dari luar dan juga menikam JG di bagian punggung hingga beberapa kali sehingga JG terjatuh ke lantai dengan bersimbah darah,” ujarnya

Setelah itu kedua tersangka melariakan diri, dalam insiden itu JG tewas, sementara YG mengalami sejumlah luka. Lalu ke esokan, Kamis (9/7) sekira pukul 21.00, ke dua tersangka menyerahkan diri.

“Kedua tersangka mengirimkan pesan melalui keluarganya untuk disampaikan kepada petugas untuk menjemput tersangka di perkebunan masyarakat karena berniat untuk menyerahkan diri,” ujar Deni

Dari keterangan ke dua tersangka mereka nekat membunuh karena motif dendam, alasannya, sekitar tahun 2016 keluarga mereka

Sempat menjumpai keluarga korban supaya diizinkan memotong pohon di samping rumah tersangka.

Kebetulan pohon tersebut tumbuh di tanah milik korban, yang bersebelahan dengan rumah ibu tersangka.

“(posisi) kayu tersebut sudah miring dan mulai tumbang, mengarah ke rumah orang tua pelaku tersebut, namun tidak diizinkan oleh FG dan JG beserta keluarganya,” ujar Deni

Selanjutnya sebelum ibu pelaku meninggal dari pengakuan tersangka, ibunya mengatakan penyebab ia skait karena didukuni atau diguna guna FG. Pesan itu menimbulkan motif dendam di hati ke dua tersangka.

“Karena perbuatanya mereka dikenakan Pasal 340 Subs 338 dan 170 Subs 351 ayat 3, 2 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman Pidana Mati atau Pidana Penjara seumur Hidup atau kurungan maksimal 20 tahun,” tutup Deni. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang