Berani Tampil Beda

Jualan Kue Salak Bule, ABG Dipukul Dan Dicakar ‘Kodok’ di Gang Jati

 

MEDAN – Dengan didampingi orang tuanya, sebut saja Putra (15) warga Jalan Rawa Gang Singkat Medan Denai mendatangi Polrestabes Medan. Pasalnya ia yang sehari-hari berjualan kue salak bulek babak belur dihajar preman kampung yang sering disebut “Kodok” karena menolak menjual dagangannya dengan uang koyak di Jalan Denai Gang Jati, Medan Denai, Kamis (22/10/2020).

Menurut informasi, aksi brutal pelaku terjadi pada Selasa (6/10/20200 lalu, saat itu korban yang sedang berjualan kue salak bule diganggu oleh keponakan pelaku. Korban diminta memberikan 5 buah kue salak bule dengan uang koyak seharga Rp 2 Ribu. Karena menolak, keponakan pelaku membuang saus dan menendang keranjang dagangan korban hingga berserakan di jalanan. Akibatnya, keduanya pun terjadi keributan. Saat itulah paman pelaku yang diketahui bernama Kodok memukul belakang kepala korban dan mencakar leher korban. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka pada bagian leher. Tak terima, orang tua korban pun melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan.

“Saya tidak terima dengan pemukulan terhadap anak saya ini makanya saya melapor. Anak saya cuma berjualan disitu tapi diganggu sama keponakan pelaku, mengapa anak saya dipukul dan dicakar? apa karena kami orang susah?,” ujar ibu korban, Elvi Sahara.

Dilokasi yang sama, korban mengatakan bahwa saaat itu ia berjualan kue salak bule di Jalan Denai Gang Jati. Tiba-tiba datang keponakan pelaku memaksa membeli kue salak bule dengan menggunakan uang pecahan Rp 2 Ribu yang sudah koyak. Karena malas ribut, korban memberikan pesanan keponakan pelaku.

“Lalu saya kasih 4 buah kue salak bule, namun pelaku marah dan minta 5 kue salak bule, karena saya tolak, dagangan saya dibuang dan ditendang di jalanan. Karena saya marah datang paman pelaku langsung memukul dan mencakar saya,” terang korban sebut saja Putra.

Putra berharap agar pelaku segera ditangkap petugas Kepolisian. “Awak maunya dia segera ditangkap bang,” pintanya yang diamini ibunya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya (WA), Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing tidak membalas konfirmasi wartawan. (Reza)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.