Berani Tampil Beda

Inilah Kesaksian Mariadi, Korban Perampokan 4 Pria Bersenjata Pistol!

SUNGGAL – Aksi brutal kawanan perampok bersenjata pistol yang beraksi di Jalan Sei Mencirim, Sunggal membuat warga sekitar resah. Pasalnya pelaku yang diketahui berjumlah 4 orang tersebut menggunakan senjata pistol. Ironisnya, aksi tersebut terjadi di jam-jam ramai penduduk.

Inilah Pengakuan Mariadi (40) warga Jalan Sei Mencirim, Sunggal korban perampokan di Jalan Sei Mencirim, Sunggal.

Tonton di https://youtu.be/I5OkatnH-BY

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu MS Ginting mengatakan pihaknya masih melidik kasus tersebut.

“Kita masih melidik kasus tersebut,” katanya singkat melalui telepon selulernya (WA), Senin (2/12/2019).

Diberitakan sebelumnya, Dengan luka 10 jahitan dikepala, Mariadi (40) warga Jalan Sei Mencirim, Sunggal mendatangi Mapolsek Sunggal. Pasalnya, ia baru saja menjadi korban perampokan oleh 4 orang pria bersenjata pistol di Toko miliknya. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 12 Juta. Beruntung saat kejadian, aksi pelaku terekam CCTV sehingga wajah salah seorang pelaku terekam CCTV, Jumat (29/11/2019).

Menurut informasi, aksi perampokan 4 pria bersenjata pistol ini bermula saat korban hendak menutup tokonya. Tiba-tiba masuk 2 pria tak dikenal hendak membeli rokok. Saat itulah salah seorang pelaku langsung mnenodongkan karyawan dengan senjata pistol. Sedangkan rekan pelaku lainnya langsung mendatangi korban sambil menodongkan pistol ke kepala korban. Merasa nyawanya terancam, korban pun melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian. Melihat hal tersebut, rekan pelaku langsung memukulkan kepala korban dengan menggunakan gagang senjata pistol. Terkena pukulan besi, korban langsung sempoyongan dan darah mengalir dari kepalanya. Pelaku yang terlihat panik langsung merampas uang sebesar Rp 12 Juta dan kabur dengan mengendarai sepeda motor. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang