Berani Tampil Beda

Hina Profesi Pengacara, Saksi Beberkan Kronologis Postingan Terdakwa Di Aplikasi Telegram

 

PN MEDAN – Sidang kelima dengan agenda mendengarkan keterangan 2 orang saksi kasus pencemaran nama baik yang menjerat terdakwa Isan Wijaya dengan Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai mendapat titik terang, Selasa (10/3/2020).

Pasalnya dari keterangan saksi, Salim Indra Gunawan, saat sidang kelima di PN Medan menjelaskan bahwa postingan Isan Wijaya di group telegram United MIA member for justice menunjukkan surat somasi Agus Arianto Samosir sambil menuliskan “Sy sendiri sudah menjadi korban pengacara kaleng2 yg mau memeras..sy berikan bukti nya. Supaya jgn anda semua akan menjadi korban berikut nya memanfaat kan insiden mia”.

“Awal teruploadnya ucapan tersebut setelah ada somasi dari Agus Arianto Samosir kepada terdakwa, lalu terdakwa menuliskan kata-kata yang menyinggung gambar somasi tersebut, “ujar saksi Salim Indra Gunawan saat menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong.

Foto : Postingan Terdakwa di Aplikasi Telegram
Foto : Postingan Terdakwa di Aplikasi Telegram

Salim Indra Gunawan mengetahui adanya ucapan tersebut dari abangnya Salim Soeharjo yang kebetulan ikut di group telegram United MIA member for justice, lalu memberitahu ke Agus.

“Karena Agus tidak ada di group, maka Salim Indra Gunawan menginformasikan ke Agus dengan tujuan hanya memberitahukan ke Agus. Buktinya juga ada berupa screenshoot pembicaraan tersebut,” bebernya.

Terkait hal ini Agus tidak terima dan melaporkan terdakwa ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat 2 orang saksi korban Salim Indra Gunawan dan Jerry memberikan kesaksian. Sidang akan kembali digelar, Selasa (17/3/2020). Kembali mendengarkan saksi korban.

Di persidangan sebelumnya Jaksa menolak Eksepsi Isan Wijaya yang diajukan oleh penasehat hukumnya.

Dalam dakwaan Jaksa Indra mengatakan pada waktu sebagaimana disebutkan diatas, saksi Agus Arianto Samosir mengirimkan surat Somasi No.28/Som/VII/2019 tanggal 24 Juli 2019 kepada terdakwa (Isan Wijaya Country Maneger Gold Tinkle Indonesia) ke alamat rumah terdakwa.

Kemudian pada hari sabtu tanggal 27 Juli 2019 pukul 04.40 wib saksi Salim Indra Gunawan memberitahukan kepada saksi Agus Arianto Samosir bahwa terdakwa membuat postingan akun telegram terdakwa tentang gambar surat somasi yang saksi Agus Arianto Samosir kirim ke terdakwa ke group telegram United MIA member for justice.

Dan oleh akun telegram terdakwa tersebut juga memposting dan mengirim kalimat–kalimat yaitu “Sy sendiri sudah menjadi korban pengacara kaleng2 yg mau memeras..sy berikan bukti nya. Supaya jgn anda semua akan menjadi korban berikut nya memanfaat kan insiden mia”

“Banyak sekali pengacara kaleng2 yg suka memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk memeras org”.

Dan oleh pemilik akun telegram Hartono (yang tidak diketahui keberadaannya) membuat komentar terhadap postingan gambar surat somasi yang dikirim oleh akun Telegram Isan Wijaya di group Telegram Inutes MIA member for justice.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Rom)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang