Berani Tampil Beda

Dituduh Buang Kotoran Babi, Warga Desa Amplas Dipukuli, Ditunjang Dan Dibalok Hingga Terkapar

 

MEDAN – Dengan kondisi tubuh lebam, Toga Rajagukguk (44) warga Dusun IV Desa Amplas, Percut Seituan mendatangi Polrestabes Medan. Pasalnya ia disiksa beberapa warga karena dituding membuang kotoran babi di Jalan HM Yamin, Medan Perjuangan, Selasa (20/10/2020).

Menurut informasi, aksi brutal kawanan warga tersebut bermula saat korban mencari nasi busuk dan botot ditempat kejadian. Tiba-tiba datang seorang warga yang marah dan menuduh ia membuang kotoran babi. Namun dikarenakan tidak merasa membuang, korban pun tetap pada pendiriannya. Akibatnya,
pelaku menjadi berang dan memaksa korban untuk membersihkan sampah tersebut. Karena terdesak, korban pun membersihkan lokasi tersebut. Warga yang mendengar keributan antara korban dan pelaku pun berdatangan. Saat itulah pelaku kembali menuding korban membuang kotoran babi yang membuat warga emosi dan memukuli, menunjang dan membalok kepala korban hingga terjatuh ke aspal. Tidak sampai situ, korban kembali dipermalukan dengan cara menggantung tulisan di dada korban sambil di foto dan di posting ke media sosial Facebook. Tak terima, didampingi Kepala Biro Hukum DPD Pemuda Batak Bersatu (PBB) melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan dengan STTLP/2614/X/2020/SPKT RESTA MEDAN.

“Saat itu saya keluar untuk mencari nasi busuk di jalanan. Sampai ditempat, saya langsung ditangkap warga dan dipaksa mengaku membuang kotoran babi didalam goni. Karena saya tidak merasa membuang, warga ini menjadi marah dan menuduh saya membuang kotoran babi di jalan sehingga warga menjadi marah dan memukuli, menunjang dan membalok kepala saya,” ujar korban, Toga Rajagukguk saat ditemui di Mapolrestabes Medan.

Toga menambahkan, akibat aksi brutal warga ia terjatuh dan berusaha berteriak meminta tolong. “Saya mencoba meminta tolong tapi warga malah tambah brutal, untung saat kejadian itu datang 3 orang anggota Polisi menolong saya,” terangnya.

Tidak sampai disitu, warga kemudian menggantungkan tulisan di dada saya sambil memfoto dan memposting ke media sosial Facebook.

“Kata orang ada foto saya di Facebook. Saya harap pihak Kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada DPD PBB Sumut yang telah membantu saya,” ucapnya terbata-bata.

Dilokasi yang sama, Kepala Biro Hukum DPD PBB Sumut, Simon Hutagalung yang didampingi Johanes Siregar berterima kasih atas respon cepat SPKT Polrestabes Medan yang telah menerima laporan ini.

“Kami mengucapkan Terima kasih atas cepatnya respon SPKT Polrestabes Medan menanggapi kasus ini dan berharap agar pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Usai membuat laporan, korban yang didampingi Biro Hukum dan Satgas DPD PBB Sumut pun diminta petugas SPKT Polrestabes Medan untuk membuat visum ke RS Pirngadi Medan. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.