Berani Tampil Beda

Dilarang Transaksi Sabu Melewati Halaman Mesjid, Guru Ngaji Babak Belur Di Pukuli Dengan Linggis

 

MEDAN – Abdul Rahman (53), seorang guru mengaji sekaligus penjaga Mesjid Al Hasanah babak belur dihajar oleh 3 preman kampung di Jalan Klambir 5 Lingkungan 1, Tg Gusta, Gang Ima, Medan Helvetia dengan menggunakan besi linggis karena melarang para “pembeli” narkotika melewati halaman mesjid, Kamis (1/9/2020).

Menurut informasi, aksi brutal pelaku bermula saat korban yang bekerja sebagai guru ngaji sekaligus penjaga mesjid Al Hasanah melarang “pasien” pelaku parkir dan transaksi barang haram melewati halaman mesjid. Tak terima, salah seorang pelaku yang dikenal sebagai pengedar sabu langsung membawa 2 orang temannya mendatangi korban. Korban yang sedang berada di kedai langsung diancam bunuh. Tidak itu saja, para pelaku langsung memukul korban dengan menggunakan besi linggis di bagian punggung, tangan dan kaki. Akibat kejadian, korban mengalami sakit disekujur tubuhnya. Tak terima, korban pun melaporkan kasus ini ke Polsek Medan Helvetia dengan STTLP/442/IX/2020/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN HELVETIA.

“Kejadiannya Kamis (17/9/2020) lalu. Hal ini setiap hari terjadi, jadi kemarin ada orang mau beli narkotika parkir di halaman mesjid, lalu saya larang, kalo mau beli sabu jangan dari sini (halaman mesjid), sering saya larang tapi mereka gak pernah dengar,” ujar korban, Abdul Rahman kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Abdul menambahkan, karena hal tersebut, akhirnya ia pun memagar gang kecil yang menghubungkan ke Gang rumah bandar sabu itu.

“Karena gak senang, bandar sabu itu gak senang kenapa di pagar jalan itu. Lalu dia marah mengancam mau membunuh saya. Lalu di pukulnya saya pakai besi linggis hingga sakit semuanya,” terangnya.

Atas kejadian ini, Abdul berharap pihak Polsek Medan Helvetia untuk segera menangkap para pelaku yang telah melakukan penganiayaan.

“Pelaku sangat meresahkan warga sekitar. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” harapnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahaean telah menurunkan personil untuk menangkap para pelaku.

“Iya benar, laporan sudah kami terima, anggota sudah ke sana namun terlapornya tidak ada,” tegasnya singkat. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.