Berani Tampil Beda

Digerebek Berduaan Di Kamar Hotel, PNS Kecamatan Medan Polonia Dilapor Ke Poldasu

 

MEDAN – Nurul Indah (28) warga Jalan AH. Nasution, Kwala Bekala, Medan Johor terpaksa melaporkan suaminya, MY (32) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena kepergok berselingkuh dengan Wanita Idaman Lain (WIL), JOH (20) di dalam kamar Hotel, Kamis (3/7/2020).

Menurut informasi, terbongkarnya perselingkuhan keduanya bermula dari kecurigaan Nurul melihat gerak-gerik MY. Puncaknya pada akhir Februari, MY digerebek Nurul disebuah kamar Hotel bersama JOH. Namun, kejadian perselingkuhan ini terus berlangsung. Tak terima, akhirnya Nurul pun melaporkan pasangan selingkuh tersebut ke SPKT Poldasu dengan Nomor STTLP/1174/VII/2020/Sumut/SPKT “I” yang diterima oleh KA SPKT, AKBP Drs Benma Sembiring.

“Perselingkuhannya sudah lama bang, kemarin pernah kita gerebek berada di dalam Kamar Hotel berduaan. Selingkuhannya berinisial JOH kerja di salah satu swalayan,” ujar Nurul ketika di informasi melalui telepon selulernya, Kamis (3/7/2020).

Nurul menambahkan bahwa suaminya saat ini berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Medan Polonia.

“MY PNS di Kantor Kecamatan Medan Polonia bagian Bendahara. Dari pernikahan kami dikaruniai 3 orang anak. Jadi kemarin dia ada mengirim video hubungan mesum mereka. Saya tidak terima, maka saya melaporkan kasus ini ke Poldasu,” terangnya.

Nurul berharap pihak Kepolisian segera memproses laporan pengaduannya agar kedua pasangan selingkuh tersebut mendapat hukuman yang setimpal.

“Saya harap keduanya segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbutaannya. Kalo perlu dipecat dari PNS nya,” harapnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, Kuasa hukum Nurul, Hans Silalahi, SH, MH mengatakan hubungan perselingkuhan MY dan JOH sudah beberapa kali terjadi, namun kliennya selalu memaafkan suaminya tersebut dengan pertimbangan tiga orang buah hati mereka.

Namun karena sudah berulang kali, Nurul mengaku tak tahan sehingga kerap terjadi pertengkaran dan Nurul sempat tak tinggal serumah dengan MY selama 9 hari.

Atas perlakuan MY, Hans Silalahi meminta agar Gubernur Sumatera Utara, melalui Wali kota Medan, agar memecat oknum PNS yang sudah mencoreng nama baik institusi pemerintah, khususnya Pemko Medan.

“Saya juga minta agar kepolisian dan inspektorat Pemko Medan agar memeriksa laporan keuangan dari kantor Camat Polonia. Soalnya, didapat pengakuan bahwa si JOH selalu menerima uang dari MY.

Namun sayang, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Camat Medan Polonia, Amran Sanusi Rambe tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang