Berani Tampil Beda

Diduga Dijebak “Mafiah Tanah”, 4 Orang Buruh Babat Rumput Gol di Polrestabes Medan

 

MEDAN – Empat orang keluarga buruh babat rumput mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumpun Melati. Pasalnya keempatnya diamankan Satreskrim Polrestabes Medan karena merusak tanaman milik PTPN 2. Ironisnya keempat Pelaku nekat membabat lahan tersebut karena disuruh orang yang mengaku pemilik tanah, RG dan JMG dengan menunjukkan surat akte notaris pelepasan hak dan ganti rugi, Sunggal, Jumat (13/11/2020).

Menurut informasi, penangkapan terhadap keempat orang tersebut bermula saat pihak PTPN II mengetahui adanya pengerusakan Lahan di daerah Sei Semayang Medan. Petugas keamanan yang mengetahui langsung menangkap keempat orang tersebut dan menyerahkan ke Polrestabes Medan. Dari hasil penangkapan, terungkap bahwa keempatnya melakukan pengerusakkan atas perintah 2 orang warga, RG dan JMG dengan menunjukkan surat akte notaris pelepasan hak dan ganti rugi. Percaya dengan surat tersebut, keempatnya pun nekat melakukan pengerusakkan tersebut. Hal inilah membuat keluarga korban meminta bantuan LBH Rpun Melati.

“Saat itu suami saya bilang keluar rumah mau bekerja, disuruh orang membabatmembabat membersihkan ladang orang orang. Saya tunggu-tunggu tidak pulang-pulang, setelah saya dapat informasi, suami saya ditangkap petugas keamanan kebun dan dibawa ke Mapolrestabes Medan,” ujar istri Hamzah, Fauziah saat melapor ke LBH Rumpun Melati.

Fauziah berharap agar suaminya dan 3 orang rekannya dibebaskan dikarenakan suaminya disuruh orang dengan menunjukkan surat akte notaris.

“Saya harap suami saya bisa bebas dan pemilik tanah atau yang menyuruh bertanggung jawab,” harapnya.

Dilokasi yang sama, Kuasa Hukum Hamzah, Amran Hayat, SH merasa keberatan dengan penangkapan kliennya dikarenakan ditangkap dengan kasus pengerusakkan.

“Klien saya ini disuruh oleh orang yang mengaku pemilik tanah dengan menunjukkan surat akte notaris bahwa itu adalah tanah milik dia, ” ujarnya.

Amran berharap pihak penyidik Polrestabes Medan menangkap aktor intelektualnya yang menyuruh kliennya membabat lahan dari PTPN 2.

“Tangkap orang yang menyuruh kliennya saya, yang menunjukkan surat akte notaris pelepasan hak dan ganti rugi,” tegasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.