Berani Tampil Beda

Bocah 4 Tahun Dianiaya Paman dan Bibinya

MEDAN – Seorang bocah mengenakan kaos oblong putih yang ukurannya kebesaran mencuri perhatian. Anak tersebut tampak kehausan saat menghabiskan minumnya sambil berdiri di depan pintu rumahnya.

Hal itu terlihat di video yang diunggah media sosial. Dalam video tersebut, tertulis ‘Dugaan Penyiksaan Anak di Perumahan Asri Indah Pasar 2 Mencirim Sunggal’.

Ada anak balita kurang lebih 4 tahun, diduga disiksa oleh keluarganya di daerah Perumahan Asri Indah Pasar 2 Mencirim Sunggal. Anak itu sudah dievakuasi dan kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian’.

Terdengar dalam video tersebut, seorang perempuan merasa heran dengan kondisi anak tersebut. “Ih tengok tu sampai kek gitu. Kan gak pantas kan, kita bisa ngadu ini. Kita adukan aja ini. Sampai kek gitu, keplingnya kok gak tahu. Aku aja judesnya kek gini gak pernah aku mukul anakku,”.

Anak tersebut mengalami lebam di bagian tangan, dada dan wajahnya. Anak tersebut terlihat kehausan. Setelah meminum air 1 gelas, ketika diberikan air mineral dalam botol, langsung diminumnya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, anak tersebut mengalami luka lebam-lebam dan diduga akibat penganiayaan oleh paman dan bibinya berinisial JS (27) dan SE (24).

Kasus tersebut diketahui pada Kamis (22/10/2020) sore setelah ada laporan dari Kepala Dusun, Isak Azhari. Setelah itu, pihaknya langsung menuju lokasi dan mengevakuasi anak tersebut untuk diberi perawatan ke puskesmas terdekat.

Dijelaskan Yasir, anak tersebut selama 3 bulan terakhir dirawat oleh paman dan bibinya di rumah tersebut karena kedua orangtua anak tersebut di dalam penjara karena kasus narkoba.

Sudah berapa lama kedua orangtua korban dipenjara, menurut Yasir, masih dalam pendalaman ujarnya. Anak tersebut sering dianiaya namun orang lain tidak tahu lantaran korban sering di dalam rumah.

“Baru kemarin itu dia keluar tiba-tiba ke depan halaman tetangganya. Minta minum kehausan. Di situ tetangganya pada melihat. Kok lebam-lebam gitu,” kata Yasir, Jumat (23/10/2020).
Alasan Sering Kencing dan Berak di Celana

Ketika ditanya alasan penganiayaan, lanjut Yasir, kedua pelaku mengaku marah karena anak tersebut sering kencing dan berak di celana. Selebihnya, anak tersebut juga sering tidak diberi makan.

“Pengakuan si anak dia kadang-kadang tak dikasih makan. Kemarin waktu diamankan, saya tanya, udah makan? Tadi pagi makan nggak, nggak. Siang tadi makan nggak, nggak. Malam baru kita kasih makan,” katanya.

Ditetapkan Tersangka
Yasir menambahkan, atas perbuatan paman dan bibi korban, keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian, pihaknya belum melakukan penahanan.

“Belum kita tetapkan penahanan, baru tersangka saja. Kita gelar perkara dulu, jika hasilnya kita tahan, akan kita tahan,” pungkasnya. (red)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.