Berani Tampil Beda

Astaga!!! 2 Tahanan Polsek Sunggal Diduga Tewas Tak Wajar, Keluarga Lapor Ke LBH Medan

 

MEDAN – Tewasnya 2 tahanan kasus pencurian dengan kekerasan di Polsek Sunggal membuat keluarga korban terpukul. Terlebih lagi, dari pengakuan keluarga korban ditemukan beberapa luka di kepala dan badan kedua korban. Tak terima, keluarga pun melaporkan kasus ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Senin (5/10/2020).

“Kulit ari-ari (luar) jari-jari adik saya itu terkelupas, badannya semua biru. Adik saya yang meninggal bernama Rudi Effendi (38). Saya tahunya meninggal Kamis (24/9/2020) lalu. Kalo kata saudaranya yang juga di tahan, meninggalnya di sel, tapi kalo keterangan Polisi meninggalnya di RS Bhayangkara Medan,” ujar abang korban, Irwansyah saat ditemui di Kantor LBH Kota Medan.

Irwansyah menambahkan, melihat kondisi kedua jenazah keluarganya sangat tidak wajar sehingga memberanikan diri meminta bantuan ke LBH Medan.

“Sedangkan kondisi Joko, ada luka di kepala. Saat dimandikan kepala adik saya itu mengeluarkan darah. Diduga keduanya menjadi korban tindak kekerasan. Kami berharap mendapat keadilan, seadil-adilnya,” harapnya mengakhiri.

Begitu juga disampaikan oleh istri Joko Dedi Kurniawan, Sunarsih. Ia menjelaskan bahwa saat menerima jasad suaminya ada luka lebam di kepalanya dan dadanya sakit.

“Badannya segar, tapi kepalanya ada luka lebam dan dadanya sakit. Suami saya tewas didalam sel,” ucapnya singkat.

Dilokasi yang sama, Wakil Direktur LBH Medan, Irfan Syahputra membenarkan bahwa LBH Medan mendapat laporan dari keluarga yang mendapati adik dan suaminya tewas dengan tidak wajar.

“Dugaan dari keterangan keluarga adalah tewasnya korban karena tindak kekerasan. Menanggapi ini kita akan membuat laporan Polisi dan juga laporan profesi atas dugaan penyiksaan dan dugaan ketidak profesionalan Polsek Sunggal,” ucapnya singkat.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak membantah adanya melakukan penganiayaan terhadap kedua tahanan tersebut.

“Tidak pernah kami aniaya tahanan. Tahanan meninggal karena sakit,” katanya singkat. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.