Berani Tampil Beda

Miliki Kemampuan Facial Recognition,Perusak CCTV Siap Diburu Polisi

 

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya kini sedang memburu para pelaku perusuh dalam demo menolak Omnibus Law didepan Gedung Negara Grahadi beberapa waktu lalu.

Perusuh yang dikejar itu termasuk dua orang terduga pelaku pengerusakan Closed Circuit Television (CCTV) di depan Grahadi tepatnya di tiang kantor pos Jalan Gubernur Suryo Surabaya atau Cofee Toffe.

Polisi akan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk mengidentifikasi dua pelaku pengerusakan CCTV di area tersebut.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, Minggu (11/10/2020) mengatakan, jika saat ini kasus pengrusakan itu masih dalam penyelidikan petugas Reskrim.

“Petugas masih koordinasi dengan dinas perhubungan guna mengidentifikasi pelaku pengerusakan CCTV,” sebut AKBP Hartoyo.

Menurut Hartoyo, CCTV yang dirusak oleh dua pelaku itu memiliki kemampuan facial recognition yang terintegrasi dengan Dispendukcapil untuk mengungkap identitas pelakunya.

Kamera yang dirusak tersebut memiliki kemampuan Facial Recognition. Jadi yang terekam merusak akan bisa cepat terungkap identitasnya.

“Saat ini Satreskrim sudah mulai melakukan upaya penyelidikan satu persatu pelaku perusuh pada aksi di Grahadi itu,” tambahnya.

Tak hanya pengerusakan CCTV, Polrestabes Surabaya akan memburu pelaku pengerusakan lainnya termasuk provokator aksi rusuh yang mengakibatkan kerusakan parah di beberapa titik sepanjang jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Apsari Surabaya.

Nantinya, satu persatu pelakunya akan diselidiki serta diidentifikasi. Sudah ada beberapa bukti rekaman yang didapat dari intelijen dan akan segera di selidiki guna mengejar para pelakunya. (redho)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.