Berani Tampil Beda

Mediasi Gagal, Kuasa Hukum dr Yusuf Sp.Og Laporkan Dirut RSUD Datu Beru Ke Polda Aceh

 

ACEH – Masih ingatkah dengan perseteruan Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr Hardiyanis Sp.Pd dengan stafnya, dr Yusuf Sp.Og? Akhirnya Kuasa Hukum dr Yusuf Sp.Og, Dedi Suheri, SH melaporkan Dirut RS Datu Beru ke Poldasu atas dugaan memberikan keterangan palsu pada data otentik dengan Nomor : STTLP/06/I/Yan2.5/2021/SPKT.

Langkah ini terpaksa dilakukan oleh Kuasa Hukum dr Yusuf, So.Og, Dedi Suheri, SH dikarenakan mediasi yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menemui jalan buntu.

“Kliennya terpaksa membuat laporan ke Polda Aceh atas dugaan pelanggaran tindak pidana 266 KUHPidana yang dilakukan Dirut RSU Datu Beru terkait adanya surat yang dikirimnya ke Bupati Aceh Tengah yang dianggap mencemarkan nama baik kliennya,” ujar Kuasa Hukum dr Yusuf Sp.Og, Dedi Suheri, SH, Rabu (6/1/2021).

Dedi menjelaskan bahwa dalam surat tersebut, kliennya seolah-olah telah melakukan pelanggaran kode etik kedokteran sehingga dr Yusuf di pindahkan dari RSUD Datu Beru ke puskesmas.

“Diduga terkait adanya surat yang berisi tuduhan terhadap klien kami yang disampaikan oleh direktur ke bupati, sehingga klien kami dimutasikan dari dokter spesialis di RSUD Datu Beru dipindahkan menjadi staf biasa di puskesmas,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi menambahkan, tuduhan yang dilontarkan oleh Dirut RS Datu Beru melalui surat mutasinya ke Bupati, ia tidak pernah menjalani proses pemeriksaan maupun persidangan baik di tingat komite medis Rumah Sakit maupun ditingkat organisasi IDI Aceh Tengah.

“Jika klien kami dianggap bersalah, kenapa klien kami tidak pernah dipanggil secara resmi, baik oleh komite medis maupun IDI Aceh Tengah, lalu atas dasar apa dirut rumah sakit menyatakan klien kami telah melanggar etik sebagaimana yang tertuang dalam surat yang disampaikannya ke bupati,” ujar Dedi lagi.

Selanjutnya, Dedi mengatakan pihaknya menganggap tuduhan yang dilaporkan oleh Dirut Rumah Sakit adalah suatu tuduhan yang tak berdasar. Maka dari itu, lanjut Dedi, pihakmyamelaporkan dirut rumah sakit ke Polda Aceh.

“Kami berharap pihak pihak Polda Aceh agar dapat menindak lanjuti laporan klien kami dengan maksimal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut pengacara asal Sumatera Utara ini, berdasarkan konseling diakukan pihaknya di Polda Aceh, adalah salah satu laporan kliennya di Polres Takengon terkait masalah ini yang di SP3 kan.

Pihak kuasa hukum dr Yusuf akan mohonkan dibuka lagi laporan kliennya tentang pencemaran nama baik.

“Kami mohonkan untuk dibuka kembali, dan digelar di Polda Aceh, sebab ada novum (bukti baru) atas laporan tersebut, dan apabila tidak dibuka kami kuasa hukum akan malakukan upaya hukum praperadilan untuk permasalahan SP3 laporan klien kami,” terang Dedi.

Dedi juga menyampaikan, atas dua laporan pidana yang dilakukan oleh kliennya dan satu gugatan perdata, adalah suatu bentuk keseriusan kliennya dalam mencari keadilan, dan tegaknya supermasi hukum. Ini adalah suatu bentuk pembelajaran hukum bagi masyarakat luas, agar tidak adalagi penyalah gunaan wewenang (abuse of power) sebagai pemegang kekuasaan dengan mengesampingkan aturan-aturan dan administrasi2 yang benar.

Dilokasi yang sama, pelapor, dr Yusuf So.Og mengatakan bahwa kedatangannya ke Polda Aceh adalah untuk mencari keadilan.

“Hari ini saya melapor ke SPKT Polda Aceh untuk melaporkan dugaan memberikan keterangan palsu pada otentik. Jadi perihal saya di pindahkan melalui secarik surat tanggal 27 Desember 2017 disertai surat lanjutan tanggal 3 atau 4 Januari 2018 yang belum pernah saya dapatkan, saya dikatakan telah melangga kode etik kedokteran. Saya disini untuk mencari keadilan sekaligus pembuktian,” tegasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika di konfirmasi melalui telepon selulernya, Dirut RS Datu Beru, dr Hardiyanis, SH melalui kuasa hukumnya, Adenan Sitepu, SH akan menunggu perkembangan laporan tersebut.

“Terkait laporan yang bersangkutan, dr Yusuf ke Polda Aceh, itu haknya. Nanti kita lihat perkembangannya, apa benar seperti yang dituduhkan,” ucapnya singkat. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.