Berani Tampil Beda

Ditangkap Kasus Sabu, Reza Artamevia Minta Maaf. Pemasok DPO Ditres Narkoba Polda Metro Jaya

Reza Artamevia ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya karena memiliki narkoba jenis sabu di salah satu restoran Jalan Raya Jatinegara, Kelurahan Balai Besar, Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini, petugas juga sedang mengejar pemasok sabu berinisial F, yang kini ditetapkan sebagai DPO.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa Reza ditangkap pada Jumat (4/9) di kawasan Jakarta Timur dengan barang bukti 0,78 gram sabu.

“Wanita inisialnya adalah RA, yang bersangkutan adalah memang publik figure kita ketahui bersama waktu kejadian sekitar Jumat kemarin 4 September sekitar pukul 16.00 WIB, di salah satu restoran di Jalan Raya Jatinegara, Kelurahan Balai Besar, Jatinegara, Jakarta Timur, barang bukti yang berhasil kita amankan adalah satu klip sabu-sabu sebesar 0,78 gram,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Minggu (6/9) dilansir dari merdeka.com

Tak hanya itu, polisi juga menyita alat isap sabu atau biasa dikenal bong. “Kemudian ada dompet, ada alat isap, yang biasa kita tahu bong, ada korek api, ini keterkaitan semuanya,” ujarnya.

Hasil Tes Urine Positif

Reza menjalani tes urine usai tertangkap Ditresnarkoba Polda Metro. Yusri mengumumkan hasil pemeriksaan menunjukkan Reza Artamevia positif mengandung metamfetamin.”Hasil tes urin positif metamfetamina atau masuk dalam kategori narkotika jenis sabu,” kata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, RA membeli barang haram itu seharga 1,2 juta. Di mana barang haram itu didapatkan dari F, yang kini DPO.

Dia menjelaskan, F saat ini sedang dikejar oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Menurut pengakuan Reza Artamevia, terakhir kali membeli satu paket sabu dengan berat 0,78 gram seharga Rp 1,2 juta.

“Kita lakukan pendalaman yang bersangkutan untuk mengetahui dari mana asal muasal barang haram ini, kemudian didapat seseorang inisialnya adalah F. Kami masih lakukan pengejaran ke si F ini,” katanya.

Yusri mengungkapkan, saat ditangkap RA tengah berdua rekannya. Namun, kedua rekan tersebut hanyalah sebagai saksi dan tes urine pun negatif amfetamin.

Usai menangkap Reza, polisi menggeledah rumahnya di daerah Cirendeu, Tangerang Selatan. Polisi pun menyita alat hisab sabu atau bong di kediamannya.

“Di dalam rumahnya yang kita temukan adalah bong, itu sama dengan alat hisab dan juga korek api yang biasa digunakan,” katanya.

Sementara itu Reza meminta maaf atas apa yang ia perbuat. Ia meminta apa yang terjadi pada dirinya tak diikuti oleh semua orang.

“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada anak, orang tua, guru, sahabat dan kerabat saya. Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya buat, semoga hal ini tidak dicontoh siapapun dan jadi pelajaran berharga,” tutup Reza.

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.