Berani Tampil Beda

BAI Surati Pemkab Terkait Rangkap Jabatan Sekdes Tugan

 

ACEH SINGKIL – Badan Advokasi Indonesia (BAI) perwakilan Aceh Singkil melayangkan surat kepada Kabag Pemerintahan (Kabag Pem) Aceh singkil terkait dugaan Sekdes Tugan Kecamatan Simpang Kanan Aceh Singkil yang diduga merangkap jabatan, Selasa ( 17/3/2020 )

BAI Meminta kepada kabag pemerintahan aceh singkil untuk mengambil tindakan tegas terkait Sekdes desa Tugan yang diduga Merangkap Jabatan itu.

Herman Syahputra, SH Ketua BAI Aceh singkil melalui pesan rilisnya nengatakan kepada media, “hari ini kita menyurati kabag pemerintahan agar segera mengambil tindakan tegas terkait adanya laporan masyrakat desa tugan ke Badan Advokasi Indonesia ( BAI ) Aceh Singkil prihal sekdes yang merangkap jabatan dengan Nama Khalis Cibro, Terangnya.

Jabatan beliau sebagai berikut yaitu Sebagai tenaga honorer di SMA 1 Simpang kanan, dan juga Sebagai Seketaris Desa Tugan Kecanatan Simpang kanan, papar herman.

Ditambahkannya, kita juga sudah beberapa kali memberitahukan hal itu kepada kepala sekolah dan kepala desa tugan, namun yang bersangkutan tetap juga tidak mengindahkan, sebutnya.

Hari ini kita minta ke kabag pemerintahan agar bisa mengambil tindakan tegas karna sesuai dengan Pasal Undang – Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 51 dan permendagri 67 tahun 2017 tentang perubahan atas permendagri No 83 tahun 2015 rangkap jabatan tidak dibenarkan dan hal tersebut bisa sebagai dugaan tindak pidana korupsi dengan dua jabatan yang berbeda tetapi menerima dari satu mata anggaran yang sama, jelas herman.

Sambungnya, beberapa waktu lalu juga Bupati Aceh Singkil Dulmusrid menegaskan melalui media, jikalau ada perangkat desa yang merangkap jabatan sebagai tenaga honorer di sekolah harus memilih salah satu jabatan karna 1 mata anggaran yang sama itu tidak dibenarkan oleh aturan.

Berdasarakan hal tersebut BAI Aceh Singkil meminta kabag pemerintahan harus menindak tegas terkait sekdes yang rangkap jabatan tersebut, tutup herman.

Saat dikonfirmasi, Kabag Pemerintah Aceh singkil mengatakan akan mempelajari terkait surat tersebut.

“Surat sudah kami terima, yang jelas kita akan pelajari dulu dari semua aturan hukum yang sudah ada, termasuk juga besok akan kita konsultasikan juga bersama kabag hukum setdakab”, jelasnya. (Arman)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang