Berani Tampil Beda

Aksi Mogok Kerja Karyawan PT. RPP Diwarnai Adu Mulut Dengan Pihak Perusahaan

ACEH SINGKIL – Puluhan karyawan PT. Runding Putra Persada ( RPP ) yang tergabung dalam Pengurus Unit kerja ( PUK ) Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan ( FSPPP ) Aceh singkil melakukan aksi mogok kerja, Rabu ( 26/02/2020 )

Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Pengurus Unit Kerja ( PUK ) FSPPP PT. Runding Putra Persada ( RPP ) Aceh singkil itu sempat diwarnai dengan perang mulut antara para peserta aksi dengan pihak perusahaan.

Ketua PUK FSPPP PT. RPP Aceh singkil Pendi mengungkapkan bahwa aksi mogok yang dilakukan akibat ada beberapa poin tuntutan karyawan yang sampai hari ini tidak di indahkan oleh perusahaan.

“Aksi mogok kerja ini kami lakukan karena tuntutan karyawan tidak dipenuhi oleh perusahaan, sudah tiga hari aksi mogok kerja ini di lakukan”, paparnya.

Surat pemberitahuan mogok kerja itu sudah kita layangkan ke pihak perusahaan dengan nomor 01/PUK/PT.RPP/II/2020 yang mana disampaikan dalam surat tersebut bahwa aksi mogok akan dilakukan mulai 24 Februari s/d 24 maret 2020, adapun surat tersebut tertanggal 17 Februari 2020 kemarin, lanjutnya.

Aksi mogok kerja ini kali kedua kami lakukan, sebelumnya kami juga melakukan aksi mogok kerja tanggal 2 januari 2020 lalu, pada saat itu perusahaan berjanji akan memenuhi 3 poin tuntutan, tetapi sampai sekarang perusahaan tidak mengeksekusi dengan baik perjanjian yang telah disepakati itu bahkan pihak perusahaan memutasikan pengurus PUK FSPPP dari pabrik ke kebun, makanya kami mogok kembali. Sebut pendi.

Kami menduga PT.RPP tidak melakukan tertib aturan, pasalnya karyawannya perusahaan ini sudah bekerja 5 – 12 tahun, tapi sampai sekarang belum tampak kejelasan status karyawan, terangnya.

Kami minta PT.RPP menetapkan karyawan pabrik sebagai karyawan tetap, jam kerja sesuai regulasi atau aturan, permohonan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja saat beraktivitas, berlakukan Upah Minimum Perusahaan (UMP), pintanya.

Kemudian, BPJS ketenaga kerjaan dan kesehatan harus diberlakukan, Pembentukan Pengembangan Keprofesian Berlanjut (PKB) dan Klinik Karyawan, sambungnya.

Pantauan media terlihat aksi adu mulut antara Pengurus Unit Kerja ( PUK ) Dengan salah seorang dari pihak perusahaan.

Humas PT. Runding Putra Persada Ricki saat dikonfirmasi mengatakan kepada metro24jam.co.id bahwa karyawan akan bekerja seperti biasa.

“Pihak karyawan besok sudah mulai bekerja seperti biasa dan dimulai kembali dari nol”, jelasnya singkat. (Arman)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang