Berani Tampil Beda

Selesaikan 8 Tahun Konflik Pasar Timah! Kota Medan Butuh Pemimpin Komunikatif Dan Bersahaja. Yaa Pastinya! Rusdi Sinuraya Dan Bobby Nasution

 

MEDAN – Keberhasilan Rusdi Sinuraya dalam menyelesaikan konflik Pasar Timah yang komunikatif dan bersahaja tanpa adanya kekerasan mendapat apresiasi dan ancung jempol dari pedagang.

Hal ini disampaikan oleh dan kuasa hukum Pasar Timah, Asril Siregar, SH. MH. Ia menilai Rusdi Sinuraya layak dipasangkan dengan Bobby Nasution terlebih lagi melihat bahwa tipikal masyarakat Medan yang keras membutuhkan sosok pemimpin yang bersahaja dan elegan.

“Medan ini masyarakatnya multi etnis, multi kultur dan dikenal dengan kerasnya. Jadi kalau keras batu ketemu batu kan pecah. Jadi kalo pemimpinnya keras, ini akan jadi apa? Maka Medan butuh pemimpin yang bersahaja, kita lihat Bang Bobby yang soft, tenang, dan cara komunikasinya baik dan elegan. Nah ini saya kira bang Bobby bisa selaras dengan bahasanya Pak Rusdi karena Pak Rusdi tipikalnya sama seperti itu,” tegasnya kepada wartawan.

Asril menjelaskan bahwa sosok kepemimpinan Rusdi Sinuraya terlihat saat beliau menjabat sebagai Dirut PD Pasar dalam menangani konflik Pasar Timah yang sudah 8 tahun tidak kunjung ada penyelesaiannya.

“Sebagai warga Kota Medan, saya sudah merasakan kerja dia (Rusdi Sinuraya), saya sudah lihat cara dia berkomunikasi, bagaimana gerak tubuhnya berkomunikasi dengan rakyat, memang seperti itulah sosok seorang pemimpin. Rusdi Sinuraya itu bersahaja, lembut, ramah namun tegas, cepat dan berani mengambil keputusan. Jika saya ditanya soal sosok beliau, 80% harapan seorang pemimpin salah satunya ada pada sosok beliau,” jelasnya.

“Saya sudah 8 tahun menangani konflik pedagang Pasar Timah dengan PD Pasar bahkan Pemko Medan. Tidak pernah ada solusi yang konkrit terhadap upaya penyelesaian mengedepankan kepentingan pedagang. Sudah puluhan saya kirim surat namun tidak pernah dibalas. Namun pada saat Pak Rusdi Sinuraya menjabat sebagai Dirut PD Pasar, disitu ada titik terang, saya surati Pak Dirut perihal pembongkaran pasar timah. Beliau langsung merespon dan mengundang para perwakilan pedagang. Disitulah saya lihat sosok pak Dirut Rusdi Sinuraya yang bersahaja, komunikatif dan mau langsung turun kelapangan mendengar keluhan pedagang, layaknya seorang pemimpin,” jelasnya.

Lalu, Asril mengenang, undangan oleh Rusdi Sinuraya kepada ia dan pedagang Pasar Timah sangat lekat dalam ingatannya. Dalam pertemuan tersebut, Dirut PD Pasar menegaskan dengan jelas, bahwa ‘Pedagang adalah aset PD Pasar’, merupakan PAD kota Medan. Sehingga jika slogan dan teori yang disampaikan tersebut dijadikan pedoman bagi Dirut, Kacab, Kapas selanjutnya pasti dapat mensejahterahkan pedagang.

“Jadi selama konflik, beliau (Rusdi Sinuraya) tidak pernah marah sama pedagang, tidak pernah dia senggak. Tapi dia tetap tenang, harus seperti itulah seorang pemimpin. Jadi kalau beliau mau mencalonkan sebagai Walikota atau Wakil Walikota Medan, 80% harapan sosok seorang pemimpin adalah beliau (Rusdi Sinuraya),” tegasnya.

Asril berharap agar Rusdi Sinuraya dapat berdampingan memimpin Kota Medan. Dikarenakan ia yakin bahwa kolaborasi kaum muda dan kaum tua secara pengalaman dapat memeperbaiki Kota Medan.

“Secara pengalaman di pemerintahan, dalam memimpin BUMD Rusdi Sinuraya memiliki track record yang baik. Dia seorang birokrat yang mengerti pemerintahan. Saya pikir Bobby-Rusdi Sinuraya adalah pasangan yang tepat untuk sama-sama membangun kota Medan yang lebih baik lagi, lebih sejahtera lagi dan lebih mementingkan atau mengedepankan kepentingan-kepentingan rakyat.
Lihat bang Bobby soft, tenang cara komunikasinya baik dan elegan. Saya pikir dapat selaras dengan gaya bahasanya pak Rusdi,” harapnya meyakinkan. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.