Berani Tampil Beda
Iklan Tahun Baru Sinuraya

Pasar Marelan Becek Dan Kumuh, Pedagang Mohonkan Swakelola

MEDAN – Penertiban pedagang kaki lima (PK5) disekitar Pasar Marelan oleh Muspika Kecamatan Medan Marelan tampaknya akan menjadi persoalan baru. Pasalnya penertiban tersebut tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. Akibatnya, saat ini Pasar Marelan menjadi kumuh dan tidak terurus.

Melihat kondisi hal tersebut Masyarakat Pedagang Marelan Bersatu (MPMB) bermohon kepada Badan Pengawas untuk segera membangun lapak pedagang yang baru.Terlebih lagi menurut informasi yang kami terima dari pembangunan pasar yaitu Dinas Perkim Tata Ruang Pemerintah Kota Medan dan Dinas Pekerjaan Umum belom merampungkan pekerjaannya. Sehingga lokasi yang hingga menjadi becek terlihat sangat kumuh dan bau.
 
“Oleh karena itu, setelah melakukan musyawarah dengan segenap pedagang ex penertiban Marelan Raya dan Jalan. M.Basyir, kami bersepakat untuk bermohon kepada Pemerintah Kota Medan untuk memberikan izin kepada kami selaku pedagang ex penertiban untuk melaksanakan pekerjaan secara swadaya menimbun dan mencor lokasi yang di tentukan oleh pengelola pasar,” ujar salah seorang pedagang yang mewakili MPMB, Irwansyah, Kamis (12/12/2019).

Untuk itu Masyarakat Pedagang Marelan Bersatu sangat berterima kasih kepada Pemko Medan yang dapat membantu pekerjaan swakelola yang akan dilaksanakan.”Karena saat ini kami tidak bisa Penampungan sementara bagi kami para pedagang ex penertiban ini sangat kami mohonkan kepada Pemko Medan, karena hampir 1 minggu lebih kami tidak berjalan akibat adanya penertiban yang dilakukan Pemko Medan,” jelas Irwansyah mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Pasar Marelan, M Din Tarigan mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memutuskan dikarenakan harus ada ijin dari Badan Pengawas. “Jika kita lihat sisi lainnya, bagus niat mereka (pedagang) untuk itu. Kita kan terbentur dengan struktur , harus ada ijin dari Badan Pengawas,” ujarnya singkat.

Namun saat dipertanyakan tentang kondisi Pasar Marelan yang terlihat sangat kumuh. Kepala Pasar Marelan dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya telah menyurati pimpinan.

“Untuk itu kita juga sudah menyurati pimpinan dan pimpinan sudah menyurati Badan Pengawas, cuma belum ada jawaban. Namun saat ini memang pedagang dari luar sudah masuk, namun tempat yang kita punya tidak memadai,” terangnya.

M Din menghimbau kepada pedagang untuk bersabar menunggu proses yang telah diajukan oleh pimpinan. (Hetty)

3G
Iklan Tahun Baru Ricardo

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang