Berani Tampil Beda
Iklan Tahun Baru Sinuraya

Insiden Kericuhan PD Pasar Kota Medan Coreng “Wajah” Pemerintah. Prof Budiman : “Baik ia meminta maaf kepada pejabat yang dipaksa”

 

MEDAN – Apel pagi di Kantor PD Pasar Kota Medan yang berakhir ricuh dimana Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya ditarik paksa keluar dari ruangannya sangat disayangkan oleh Dekan Fakultas Hukum USU, Prof Budiman Ginting, Senin (26/1/2020).

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak Pemko menimbulkan prasangka buruk dan mencoreng pemerintah itu sendiri. Budiman meminta kepada Plt Walikota Medan untuk meminta maaf kepada pejabat yang dipaksa tersebut.

“Ini menimbulkan prasangka buruk, mencoreng pemerintah itu sendiri. Lebih bagus mengambil jalan tengah mengambil langkah musyawarah mufakat untuk mengambil suatu kesimpulan. Ada baiknya ia meminta maaf kepada pejabat yang dipaksa, minta maaflah juga ke masyarakat Medan,” ujar Dekan Fakultas Hukum USU, Prof Budiman Ginting kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Budiman menambahkan bahwa putusan sela PTUN Medan telah ada, hendaknya Plt Walikota Medan
menjalani peraturan sebagaimana semestinya.

“Putusan sela kan sudah ada. Jadi mengapa main serobot, main paksa, macem barbar jadinya. Kok bisa gitu ya? Artinya kejadian tersebut, ini sudah menyalahi hukum. Ini negara hukum. Jadi kalo begini sangat disayangkan. Kok pimpinan Kota seperti ini. Apakah tidak ada lagi jalan yang bisa ditempuh secara baik-baik. Jangan nampakkan arogansi kekuasaan. Walikota itu seorang pamong, masakan pamong bertindak anarkis tidak menjalani peraturan sebagaimana semestinya,” tanyanya.

Lalu, Budiman menghimbau kepada Plt Walikota Medan untuk menahan diri dan bersabar. Semoga kedepannya bisa memperbaiki kinerjanya.

“Pemimpin seharusnya arif dan bijaksana. Nanti jika ada putusan sidang berkekuatan hukum tetap, ya baru laksanakan. Jangan ciptakan keonaran di Kota Medan, malu kita. Terlebih lagi ini menjelang Pilkada. Jadi jagalah kondusifitas di Kota Medan,” himbaunya.

Kemudian, Budiman meminta kepada Dewan Pengawas untuk bertindak jeli.

“Dewan pengawas harus bertindak jeli. Plt Walikota Medan itu tidak memiliki kewewenang yang diberikan kepadanya untuk mengambil keputusan bersifat staregis, seperti pemecatan. Ini Perusahaan Daerah, mereka menjalani Fit and Proper Test. Jika ada kesalahan harus ada peringatan. Akibat kejadian ini, Image Perusahaan semakin buruk. Ini menimbulkan prasangka buruk, mencoreng pemerintah itu sendiri. Lebih bagus mengambil jalan tengah,” terangnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Keputusan Plt Walikota Medan memecat Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya dan mengangkat Plt Dirut PD Pasar, Nasib Purba membuat para pedagang resah. Ironisnya, akibat surat keputusan tersebut juga mengakibatkan kekisruhan di tubuh PD Pasar Kota Medan, Minggu (26/1/2020). (Rom)

3G
Iklan Tahun Baru Ricardo

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang