Berani Tampil Beda

Besok Sidang Perdana Sengketa Dirut PD Pasar Medan. PEDAS : “Kita taat hukum, kita akan kawal terus persidangan”

 

MEDAN – Terkait gugatan surat pemecatan Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya secara tidak hormat. Besok, Selasa (28/1/2020) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) akan menggelar sidang perdananya di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal.

Hal ini disampaikan oleh Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya. Ia menegaskan bahwa Selasa (28/1/2020) akan digelar sidang pertama terkait pemecatan dirinya.

“Besok, Selasa (28/1/2020) dimulai sidang perdananya,” ujarnya saat ditemui di Kantor PD Pasar Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, pengurus wadah seluruh Pedagang se-Kota Medan (PEDAS), Rukun Sembiring berencana akan mengawal proses hukum tersebut.

“Kita minta semua pihak mentaati hukum yang berlaku, kita juga meminta Pemko Medan terkhusus Plt Walikota Medan untuk memberikan contoh yang baik sebagai Kepala Daerah bukan cara-cara seperti koboi saat mengeksekusi Dirut PD Pasar Kota Medan,” ujar Pengurus PEDAS, Rukun Sembiring, Senin (27/1/2020).

Rukun menambahkan bahwa sudah jelas ada putusan PTUN yang menunda pemecatan atau pencopotan Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya.

“Jadi untuk Besok, Selasa (28/1/2020) kita sebagai wadah pedagang seluruh Kota Medan, PEDAS akan terus mengawal persidangan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemecatan secara tidak hormat kepada Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya dan 2 orang Direksi lainnya dinilai menyalahi Perda dan Peraturan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan. Untuk itu, Rusdi Sinuraya pun menempuh jalur hukum ke PTUN untuk menguji surat pemecatan dirinya yang berakhir ricuh.

Ironisnya, akibat dari ketidak patuhan Plt Walikota Medan menanggapi hasil putusan sela PTUN Medan yang menyatakan menunda surat pemecatan Rusdi Sinuraya, suasana Kantor PD Pasar Kota Medan “Memanas”. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang