Berani Tampil Beda

Buntut Penutupan Tambang, Masa Ampema Datangi DPRD Madina

MADINA – Ribuan masyarakat penambang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Madina (Ampema) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, Kamis (12/12).

Pantauan wartawan, masa Ampema sampai di Gedung DPRD Madina sekitar pukul 10.15 Wib yang dikawal langsung oleh Kapolres Madina, Irsan Sinuhaji, SIK, MH dan disambut Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis bersama anggota DPRD Madina lainnya.

Dalam orasi yang dikomandoi Taufik Pulungan selaku koordinator aksi dan koordinator lapangan, Ilman Sakti Nasution menyampaikan agar pemerintah dan DPRD Madina membuat regulasi tentang tambang rakyat sehingga para penambang bisa bekerja dengan tenang tanpa ancaman apalagi penangkapan.

“Pemerintah seharusnya membina tambang rakyat maupun pekerjanya bukan membinasakan karena masyarakat banyak bergantung kepada tambang sebagai mata pencahariannya”, ucap Taufik.

Usai mendengarkan orasi, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis langsung memberikan tanggapan terkait aspirasi yang disampaikan masa Ampema.

“Saya selaku Ketua DPRD Madina yang dipercayakan rakyat menilai, seluruh aspirasi yang disampaikan masih dalam tahap kewajaran. Dan ini akan kita perjuangkan dan segera kita cari solusinya dengan pemerintah daerah”, tegasnya

Dan perlu juga kita ketahui bersama, dalam menyelesaikan masalah ini harus objektif tidak boleh egois. Intinya, saya pribadi dan anggota DPRD Madina lainnya pasti pro akan rakyat bukan pemerintah ataupun penguasa.

Dia juga berharap agar pemakaian merkuri di pemukiman warga untuk sementara waktu ditutup, karena berbahaya baik kepada penambang maupun kepada masyarakat”, harapnya.

Sementara Kapolres Madina, AKBP. Irsan Sinuhaji menghimbau para penambang harus berpikir rasional yang tujuannya untuk menyelematkan lingkungan dan masyarakat.

“Barangkali saat ini kita belum merasakan dampaknya, tapi tidak menutup kemungkinan, anak istri dan cucu kita ke depan hidupnya terancam akibat dampak penggunaan merkuri. Kita harus berpikir kesitu,” kata Irsan.

Pantauan, usai masa menyampaikan aspirasinya dan mendapat jawaban dari Ketua DPRD Madina serta Kapolres Madina. Masa membubarkan diri dengan tertib. (Adra)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang