Berani Tampil Beda

Ternak Babi Terus Bermatian, Peternak Meradang, Jerat Hukum Mengancam

MEDAN-Wabah virus hog cholera yang mengancam kelangsungan hidup hewan rernak babi berdampak akan kematian. Akibatnya, para peternak meradang dengan jeratan hukum pidana yang mengancam.

Hal itu ditemui di salah satu perkampungan padat penduduk yang mayoritas warganya memiliki dan mengelola peternakan babi. Perkampungan ini terletak di kaeasan Desa Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Di sini, warga yang bermukim bertempat tinggal persis di samping atau membelekangi kandang babi milik mereka. Bahkan, penduduk di sini menjadikan ternak babi sebagai perekonomian mereka.

Menurut salah seorang peternak babi, Robert Nadi Situngkir, minimnya peran serta atau kepedulian instansi pemerintah Kabupaten Deliserdang, membuat para peternak  menjalankan bisnisnya sendiri menjaga kesehatan hewan ternaknya.

“Selama ini kami memelihara kebersihan kandang tanpa ada kontrol instansi,” katanya.

Dijelaskan Robert, lemahnya perhatian pemerintah berdampak kesenjangan peternak dalam mengelola ternaknya.

“Akibat dari itu, peternak kebingungan untuk mengubur babi yang mati dikarenakan tidak ada tempat. Maka terjadilah pembuangan bangkai babi secara massal dengan cara kucing-kucingan,” ungkapnya.

Robert menambahkan, pihak kepolsian sudah memberikan larangan dengan memasang spanduk larangan.

“Kenapa baru sekarang pemerintah baru peduli,  padahal sebelum maraknya kematian pada hewan babi, tidak ada satupun yang peduli. Ini malah melarang dan mengancam para peternak akan ditindak pidana,” tandasnya. (put)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang