Berani Tampil Beda

Soal Wanita Hamil Dianiaya Pasutri (1). Praktisi Hukum : “Tidak ditahan pelaku pasutri pelaku penganiayaan jelas menunjukkan ketidak adilan”

MEDAN – Aksi brutal pasangan suami istri (Pasutri) BS (40) dan LS (38) yang tega menganiaya dan membanting seorang wanita hamil 5 bulan, Nanik Mustika (30) warga Jalan Kapten Muslim Komplek Mega Town House mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari seorang praktisi hukum, Dedi Suheri. Ia menegaskan bahwa tindakan penyidik Polsek Helvetia tidak menahan pasutri pelaku penganiayaan terhadap seorang wanita hamil jelas menunjukkan ketidak adilan.

“Tidak ditahannya pasutri pelaku penganiayaan terhadap wanita hamil oleh Polsek Helvetia jelas menunjukkan bahwa tidak ada keadilan,” ujar praktisi hukum, Dedi Suheri melalui telepon selulernya, Selasa (12/11/2019).

Dedi menegaskan bahwa pihak Polsek Helvetia harus menjelaskan kepada korban mengapa pelaku hingga saat ini belum ditangkap.

“Diharapkan pihak Polsek Helvetia menjelaskan kepada masyarakat maupun korban kenapa pelaku tidak di proses secara hukum agar jelas. Jika pihak Polsek Helvetia merasa perbuatan pelaku bukan pidana jelaskan melalui SP3-nya bukan didiamkan tanpa proses,” tegasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Dengan wajah pucat, Nanik Mustika (30) warga Jalan Kapten Muslim Komplek Mega Town House merasa kesal. Pasalnya, pasutri penganiaya dirinya, BS (45) dan LS (40) masih “berkeliaran” walaupun sudah dilaporkan ke Polsek Helvetia.

Hal ini disampaikan korban, Nanik Mustika. Ia tidak berterima dengan aksi brutal pelaku yang tega menganiaya dirinya hingga terluka. Namun, pasca dilaporkan ke Polsek Helvetia dengan STPL/760/X 2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Helvetia, Selasa (20/10/2019) lalu, pelaku tidak kunjung juga ditangkap.

“Saya hanya minta keadilan bang, saya hanya minta kedua pelaku ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar korban, Nanik Mustika kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Nanik menceritakan, aksi brutal kedua pasutri bermula saat ia istrahat didepan rumahnya. Saat itu, anjing hewan peliharaan pelaku, menggonggong.

“Saat kejadian, saya istirahat didepan rumah saya, kami bertetangga. Saat saya istirahat, anjing pelaku menggonggong kepada anjing saya. Karena bising istri pelaku (LS) keluar sambil memaki dan memukul saya. Beberapa detik kemudian, keluar lagi suaminya (BS) langsung memukul muka saya 3 kali dan membanting saya ketanah,” cerita korban sambil tertunduk. Akibat kejadian, seluruh tubuh korban sakit, terlebih lagi ia saat ini hamil 5 bulan,” jelasnya.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya (WA), Kapolsek Helvetia, AKP Sahudur Sitinjak tidak membalas konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Nanik Mustika (30) warga Jalan Kapten Muslim Komplek Mega Town House babak belur dianiaya oleh tetangganya, BS (40) dan LS (38). Aksi brutal kedua pelaku dikarenakan anjing pelaku membuat keributan dengan menggonggong saat korban istirahat didepan rumahnya. Ironisnya, suami pelaku tega meninju dan membanting korban ketanah, Selasa (29/10/2019). Tak terima, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Helvetia dengan STPL/760/X 2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Helvetia. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang