Berani Tampil Beda

Bejat! Guru SD Ini Tega Cium Dan Pegang-Pegang Kemaluan 9 Orang Muridnya

TANAH KARO – Andarias Tarigan (52) seorang Guru SD Negeri 040463 Sumbul Kabanjahe ditangkap petugas Polres Tanah Karo. Pasalnya PNS ini nekat mencium dan memegang kemaluan anak muridnya. Tidak tanggung-tanggung, korban mencapai 9 orang murid , Sabtu (16/11/2019).

Adapun kesembilan korban adalah EA (8), FK (7), SN (7), AE (7), NS (7), OEM (8), LS (7), NB (10), dan SA (8). Kesemuanya siswa kelas 1 SD Negeri 040463 Sumbul Kabanjahe.
Menurut informasi, aksi bejat pelaku ini dilakukan didalam kelas  dengan cara menarik badan korban dan memangkunya diatas paha, kemudian pelaku mencium pipi dan bibir, memeluk, dan juga meraba-raba kemaluan korban dari luar pakaian korban. Terbongkarnya kasus asusila ini dikarenakan salah seorang korban ketakutan setiap hendak berangkat sekolah. Setelah diinterogasi, korban pun menceritakan ulah guru cabul tersebut. Tak terima, orang tua korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polres Tanah Karo.
“Dia (korban) bilang kalau gak mau sekolah, takut. Minta diantar terus minta dijemput. Ketika ditanyain rupanya gurunya megang-megang kemaluannya,” jelasnya.
Lanjutnya, kemudian ia pun melaporkan hal tersebut ke sekolah dan kemudian membuat laporan ke Polres Tanah Karo.
“Langsung ke sekolah nanyakan ini, rupanya pas ditanyain guru Agama, ada lagi yang dilecehkan guru itu,” kesalnya.
Usai mendapatkan laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mengamankan pelaku dari rumahnya dan langsung digiring ke Polres Tanah Karo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Ketika dikonfirmasi, Humas Polres Tanah Karo, Aiptu Joni Sitepu, mengatakan bahwa pelaku diketahui merupakan wali kelas korban dan pelaku sudah diamankan di Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Tanah Karo.
“Pelaku merupakan wali kelas kesemua korban, dan perbuatannya dilakukan di dalam ruang kelas. Dan sudah kita amankan untuk dimintai keterangan,” jelasnya kepada wartawan.
Lanjutnya kalau keseluruh korban sudah melakukan visum, dan tengah memeriksa saksi. “Untuk korbannya sudah diarahkan visum, dan sedang memeriksa saksi-saksi,” ujarnya.
Joni menjelaskan, pelaku diancam dengan Pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. (Rom)
3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang