Berani Tampil Beda

Pembangunan Jembatan di Kampung Blang Uyok Disoal Warga

ACEH TIMUR – Proyek Pembangunan Jembatan gorong-gorong di Desa Blang Uyok, Kecamatan Jolok, Kabupaten Aceh Timur terkesan asal jadi.
Pasalnya proyek yang dananya berasal dari aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Timur, periode 2014-2019 ini tidak menggunakan plang proyek.

Alimin (28) warga sekitar kampung Blang Uyok, Rabu 18/12 mengatakan kepada awak media proyek tersebut bersumber dari aspirasi dewan perwakilan rakyat (DPRK) Kab. Aceh Timur, periode 2014-2019. Jelasnya.

Samsul yang merupakan mantan anggota DPRK Kab. Aceh Timur,saat dikomfirmasi oleh awal medea menjelaskan bahwa proyek itu usulan dari unsur masyarakat setempat.

“Saya hanya mengusulkan permohonan warga desa blang uyok kepihak terkait, untuk pihak pelaksana kegiatan coba tanya langsung sama kepala desa setempat” ungkap singkat Samsul.

Setelah mendapat keterangan dari Samsul, awak media langsung menjumpai kepala desa Blang Uyok, diwarung kopi terminal Kuta Binje, Julok. Kepada awak media kepala desa setempat menjelaskan bahwa jembatan gorong-gorong itu bersumber dari dana aspirasi Samsul mantan anggota DPRK Aceh Timur.

“Benar pekerjaan jembatan gorong-gorong ini bersumber dari aspirasi Samsul, mantan anggota DPRK Aceh Timur periode 2014-2019, sementara, pagu anggarannya seingat saya sekitar Rp 40 Juta lebih, kalau nama perusahaan saya tidak tau tapi nama rekanan yang melaksanakan pekerjaan tersebut IL.

Pantauan awak media, proyek jembatan gorong-gorong dikerjakan asal jadi dan terkesan tidak transparan dalam pengerjaannya, seperti proyek siluman, sebab dalam pengerjaannya tidak terpasang papan proyek (plang nama proyek) oleh pihak pemborongnya.

Sehingga menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat apakah proyek tersebut di biayai dari anggaran APBK Aceh Timur atau APBN ataukah dari perusahaan, karena asal usul proyek tersebut tidak jelas.

Bedasarkan penelusuran dan Informasi dari berbagai sumber yang di dapatkan oleh awak media ini di lokasi proyek tersebut diketahui sumber dana proyek tersebut disenyalir aspirasi mantan anggota dewan DPRK Aceh Timur.

Sampai berita ini di terbitkan pihak rekanan juga belum bisa dihubungi oleh awak media juga belum ada satu pun pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Aceh Timur yang dapat memberikan statement terkait dugaan tersebut.

(DL)

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang