Home News Anak Kos Tewas Disayat Pisau Cutter (2). Pelaku Pembunuhan Disebut-sebut Berinisial AH

Anak Kos Tewas Disayat Pisau Cutter (2). Pelaku Pembunuhan Disebut-sebut Berinisial AH

MEDAN – Tewasnya Bian (20), seorang penghuni kos-kosan di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Medan Petisah sedikit demi sedikit mulai terungkap. Saat ini petugas Satreskrim Polrestabes Medan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pelaku diketahui berinisial AH, seorang pria bermarga.

“Jadi saat kejadian, cowok korban turun dari lantai atas kamar menuju ke lantai dasar sambil berteriak membangunkan penghuni kamar kos lainnya. Makanya saat itu kami tahunya korban bersama cowoknya. Namun saat itu cowoknya mengatakan bahwa Bian bunuh diri,” ujar salah seorang penghuni kos yang mengetahui kejadian tersebut kepada wartawan, Rabu (5/12/2019).

Lalu, sesampainya penghuni kos dikamar korban, terlihat korban tergeletak dengan mengeluarkan darah dari lehernya. Kemudian penghuni kos mencoba menolong korban dengan menutupi leher korban dengan kain.

“Kami sudah mencoba menolong korban, namun korban meninggal, mungkin kehabisan darah bang. Saat ditanyakan kepada cowok korban, cowok korban itu sudah tidak ada dan melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor,” terangnya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (WA) perihal identitas pelaku yang disebut-sebut berinisial AH, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto hanya mengatakan pihaknya masih dalam pengejaran. “Masih pengejaran,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seketika warga Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Medan Petisah digemparkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di dalam kamar kos, Rabu (5/12/2019).

Korban diketahui bernama Bian berusia 20 tahun. Ia ditemukan warga dalam kondisi terlentang dan mengeluarkan darah segar dari lehernya yang diduga disayat dengan menggunakan pisau cutter. “Tadi tiba-tiba aja dengar suara teriakkan dari kamar korban bang, pas di samperi warga dan penghuni kos lainnya, korban sudah kondisi terlentang dan lehernya mengalir darah segar,” ujar saah seorang warga yang namanya enggan disebutkan. (Rom)

Populer