Tangkap Otak Pelaku Dan eksekutor Pembunuhan Aktifis, Ditreskrimum Poldasu Diapresiasi Presidium Garuda Merah Putih

Tangkap Otak Pelaku Dan eksekutor Pembunuhan Aktifis, Ditreskrimum Poldasu Diapresiasi Presidium Garuda Merah Putih

Jumat, 08 November 2019, 18:25
Tim Khusus Ditreskrimum Poldasu Subdit III Unit 2 Buncil
POLDASU - Pengungkapan dan penangkapan kelima pelaku pembunuhan 2 aktifis asal Labuhan Batu tidak terlepas dari kerja keras Tim Khusus Ditreskrimum Poldasu Subdit III Unit 2 Buncil. Pasalnya, untuk mengungkap kasus ini, tim khusus Poldasu berhasil menangkap otak pelaku dan eksekutor. Hal ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Presidium Comunity Garuda Merah Putih, Dedi Harvisyahari. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto.

"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan pihak Poldasu dalam mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa 2 orang rekan aktifis di Labuhan Batu. Terlebih lagi, petugas berhasil membekuk otak pelaku, eksekutor dan pendananya. Terima kasih bapak Kapoldasu dan jajaran," tegasnya.

Dedi berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa para aktifis maupun wartawan dalam menjalankan profesinya. "Semoga hal ini membuat para pelaku jera, jangan ada lagi korban lainnya," pintanya.
Daniel Sianturi,  Wibharry Padmoasmolo alias Harry dan  Janti Katimin Hutahaean  (Ki-Ka)
Adapun tersangka yang berhasil dibekuk adalah Daniel Sianturi (40) warga Desa Pardomuan Kasindir, Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, kabupaten  simalungun yang berperan sebagai eksekutor, pelaku pembacokan terhadap korban.

Kemudian, Janti Katimin Hutahaean (42) warga Dusun v Pajak Nagor, Perdagangan, Kabupaten simalungun, berperan sebagai otak pelaku yang merencanakan pembunuhan.

Selanjutnya tersangka lain bernama Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40) warga Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, merupakan pemilik perkebunan yang membiayai aksi pembunuhan tersebut.

Dari penangkapan ini, pihak Kepolisian berhasil mengungkap motif aksi pembunuhan brutal tersebut. Dua dari lima tersangka terpaksa ditindak tegas pihak Kepolisian karena melakukan perlawanan saat ditangkap petugas.

"Tiga orang lagi ditetapkan DPO dan diberi tenggat waktu untuk menyerahkan diri atau mereka akan ditindak tegas pihak Kepolisian," tegas Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto dalam pemaparannya di Mako Poldasu.

Adapun ketiga tersangka yang masih buron dan berstatus DPO adalah Joshua Situmorang Als Jos, Riki dan Hendrik Simorangkir. Mereka diduga ikut terlibat dalam pembunuhan dua aktivis Labuhan batu.

Berita sebelumnya, Warga Labuhanbatu digegerkan dengan tewasnya 2 aktifis Labuhanbatu yang diketahui bernama Sanjai Siregar dan Maraden Sianipar di perkebunan sawit KSU Amelia, Dusun VI, Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu. Jenazah kedua korban  ditemukan sekitar seminggu lalu tepatnya pada tanggal 30/10/2019. (Yo/rom)

TerPopuler