Tipu Warga Rp 35 Juta, Seklur Sei Sikambing B Tertunduk di Kursi Pesakitan

PN MEDAN - Dedy Armaya (41), Sekretaris Lurah (Seklur) Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, terdakwa kasus penipuan berkedok penerimaan honorer di Pemko Medan tertunduk lemas saat menjalani sidang perdananya di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu (9/10/2019).

Terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan, hingga korban Sri Agustini mengalami kerugian hingga Rp 35 Juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Chandra Naibawa dalam dakwaannya menyebutkan bahwa Terdakwa Dedy Armaya diancam sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPidana

Selain itu JPU juga menambahkan terdakwa dengan sengaja hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang

Awalnya kasus tersebut dimulai dimana perkenalan terdakwa Dedy dengan korban Sri Agustini pada bulan September 2017 karena korban sebagai anggota PPS Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sungga.

"Kemudian pada bulan Maret 2018, saya bertemu dengan Sri dan mengatakan bisa memasukkannya untuk menjadi tenaga honorer di Pemko Medan dan ada lowongan untuknya menjadi tenaga honorer," tutur Chandra.

Selanjutnya pada April 2018, korban bertemu lagi dengan terdakwa dan terdakwa mengatakan kepada saksi korban
"Kamu serius tidak mau menjadi tenaga honorer" sehingga saksi korban mulai tertarik dan percaya dengan perkataan terdakwa," jelasnya.

Mengetahui korban sudah terbujuk oleh perkataannya, maka Dedy  meminta korban untuk memberikan sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi untuk mempercepat pengurusan masuk tenaga honorer sebesar Rp 35 Juta," sebut JPU

Sementara untuk menyakinkan korban, terdakwa mengatakan bahwa dipastikan korban sudah dapat mulai bekerja pada awal Mei 2018.

Singkat cerita, pada 25 April 2018 korban menghubungi terdakwa dan mengatakan bahwa uangnya sudah ada

"Sekitar pukul 15.00 WIB terdakwa datang ke rumah orang tua saksi korban yaitu saksi H. Syahrul di Jalan Bangau, Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan dan dirumah tersebut korban menyerahkan uang sebesar Rp 35 Juta kepada terdakwa dengan disaksikan oleh saksi Ariel Nurul Vitria," tutur Jaksa

Sementara  untuk menyakinkan korban dalam penyerahan uang tersebut, antara terdakwa dan korban membuat kwitansi serta membuat surat pernyataan yang isinya administrasi sebagai tenaga honorer dan terdakwa kembali menyakinkan  korban dan saksi H. Syahrul bahwa pada bulan Mei 2018 saksi korban sudah mulai masuk kerja.

Aneh setelah di tunggu-tunggu hingga bulan Mei 2018, korban belum juga bekerja sebagai tenaga honorer di Pemko Medan lalu korban menayakan hal tersebut kepada terdakwa.

Herannya setiap korban menagih janji, terdakwa selalu berkilah dengan seribu alasan. Hingga pada akhirnya kesabaran korban sampai pada puncaknya dan bahkan sebelum terdakwa dilaporkan ke polisi, korban sempat meminta terdakwa untuk mengembalikan uang miliknya tersebut, terdakwa tidak juga mengembalikan uang milik korban.

Selanjutnya merasa telah ditipu oleh terdakwa, korban pun melaporkan perbuatan terdakwa tersebut ke Polrestabes Medan. Dan akhirnya terdakwa ditangkap pada 25 April 2018 sekitar pukul 15.00 WIB bertempat di Jalan Bangau, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan.

"Sebelum terdakwa dilaporkan ke polisi, korban terlebih dahulu mendapat keterangan saksi Baby Esly Zaiwani Harahap selaku Kasubbid Pengadaan pada Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Medan menerangkan bahwa sejak Tahun 2005 Pemko Medan tidak ada lagi menerima pegawai honorer di Pemko Medan," terang Jaksa. (LN/Rom)