RUPS BTN Segera Umumkan Dirut Baru

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menjelaskan bahwa Kementerian BUMN akan segera menunjuk bos baru PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang.

Meski demikian, Gatot mengaku tidak tahu soal siapa calonnya dan berapa jumlahnya. "Saya tidak tahu. Ada dari dalam dan luar (BUMN). Jumlahnya kurang tahu, berapapun bisa," tuturnya singkat di Jakarta, Selasa (8/10).

Jika sudah mendapat nama-nama calon dirut baru, lanjut Gatot, perusahaan akan menyerahkannya kepada Presiden Joko Widodo. Dia menjelaskan, calonnya bisa lebih dari dua, yang penting sesuai dengan kriteria.

Untuk mengisi kekosongan jabatan direktur utama, saat ini Kementerian BUMN menunjuk Oni Febriarto Rahardjo sebagai pelaksana tugas harian (plh). Dirinya akan memimpin BTN hingga RUPSLB selesai dilaksanakan.

Meski demikian, siapapun yang akan menjadi dirutnya, Gatot berpesan untuk berusaha lebih keras mengurangi backlog dan kasus yang merugikan nasabah.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto dikabarkan akan menduduki posisi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, menggantikan Maryono yang diberhentikan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPLS) Bank BTN.

Meski demikian, Suprajarto menolak posisi tersebut. Untuk itu, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil RUPSLB BTN.

"Atas penetapan RUPSLB BTN pada hari ini, saya tidak dapat menerima keputusan itu dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB BTN," kata Suprajarto di Jakarta, Kamis (29/8).

Sumber : Liputan6.com/Merdeka.com