Soal Pelajar Demo Kantor DPRD Sumut, Tukang Rokok Asongan "Panen". Apakah Sekolah Gagal?

Soal Pelajar Demo Kantor DPRD Sumut, Tukang Rokok Asongan "Panen". Apakah Sekolah Gagal?

Senin, 30 September 2019, 16:16
MEDAN - Aksi demo ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Medan menawarkan pemandangan tak lazim bagi kita. Dimana dijari siswa pelajar SMP dan SMA terselip sebatang rokok yang mengeluarkan asap. Nah lho...?

Tidak sampai disitu, para siswa pelajar juga kerap melontarkan kata-kata kotor sehingga mengganggu 'pendengaran' warga sekitar.

Hal tersebut mendapat tanggapan miring terhadap para pelajar yag sedang melakukan aksi demo dimana pihak sekolah dan orangtua dianggap gagal dalam mendidik anak/siswa.

"Jelas-jelas ini pihak sekolah telah gagal mendidik muridnya, mengapa bisa mendidik siswa seperti ini?," ujar salah seorang warga yang merasa resah, Jumat (27/9/2019).

Tidak itu saja, terlihat juga para pelajar mengumpulkan batu dan melempatri petugas Kepolisian. "Lalu mereka ngumpulin batu, lalu melempari bapak Polisi," jelasnya terlihat kesal.

Salah seorang pedagang asongan yang mengaku bernama Beni mengatakan bahwa sejak beberapa hari aksi demo di DPRD Sumut ia mendapat keuntungan lebih.

"Yang banyak itu kemarin bang, Jumat (27/9/2019). Saat banyak pelajar yang ikut demo, massanya juga ramai, lumayanlah hasilnya bang, bisa nyimpan dikit-dikit," ujarnya sambil tertawa.

Dilokasi terpisah, hal ini mendapat kritikan keras dari praktisi hukum, Jimmy Albertinus, SH. Ia sangat menyayangkan aksi para pelajar tersebut dan meminta pihak sekolah, guru dan orang tua untuk bertanggung jawab.

"Kita sangat menyayangkan para pelajar yang ikut demonstari kemarin. Pelajar itukan seyogyanya masih di bawah umur, masih membutuhkan bimbingan dari sekolah, guru serta orangtua bukan ikut-ikutan demo di kantor DPRD Sumut. Apalagi aksi para pelajar tersebut berakhir cheos dan anarkis dengan aparat kepolisian," ujarnya.

Jimmy menambahkan, seharusnya pihak sekolah dan para orangtua lebih memperhatikan dan melarang pelajar tersebut untuk ikut aksi.

"Sudah seharusnya KPAI juga mengambil tindakan tegas terhadap sekolah-sekolah yang membiarkan para pelajar tersebut ikut aksi. Saya juga sangat mengpresiasi para aparat kepolisian terutama Polda Sumut yang menjaga situasi agar kondusif dan bisa menahan diri dari aksi para pelajar yang berujung anarkis tersebut," jelasnya mengakhiri. (Rom)

TerPopuler