Soal Begal Sadis Bercelurit (1). Kanit Reskrim Polsek Medan Barat 'Lempar' Lokasi Kejadian di Wilkum Medan Timur. "Dibola", Korban Gak Jadi Melapor

Soal Begal Sadis Bercelurit (1). Kanit Reskrim Polsek Medan Barat 'Lempar' Lokasi Kejadian di Wilkum Medan Timur. "Dibola", Korban Gak Jadi Melapor

Selasa, 24 September 2019, 14:25
Korban saat melapor ke Polsek Medan Barat
MEDAN - Dengan kondisi tangan masih terbalut perban, akhirnya korban begal sadis bercelurit, Rudi Harahap (36) mendatangi Polsek Medan Barat. Adapun kedatangan pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) ini adalah untuk melaporkan kasus begal yang dialaminya di jembatan Flyover Pulo Brayan.

Namun, dari hasil 'wawancara' petugas Polsek Medan Barat, lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Medan Timur. Oleh petugas pun, korban dibawa dan diarahkan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Timur.

"Lokasi kejadian di wilayah hukum Polsek Medan Timur," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu H Manulang, Senin (23/9/2019).
Foto korban yang terluka 
Namun aneh, setelah satu jam berada di Polsek Medan Timur, korban kembali dijemput petugas Polsek Medan Barat.

"Wilkum kejadian di Medan Timur, tapi kami arahkan buat Laporan Pengaduan di Polsek Medan Barat aja," kilah Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu H Manulang lagi.

Dengan kondisi yang masih trauma dan sakit, hal ini membuat korban langsung lemas. Terlebih lagi tangan dan kakinya berkeringat menahankan sakit.

"Saya minta maaf bang, saya tidak jadi melapor saja. Sudah lemas saya. Tadi dibawa ke Polsek Medan Timur, lalu dijemput lagi ke Polsek Medan Barat," ujar korban saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya.

Ketika dikonfirmasi kembali, Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu H Manulang membenarkan ucapan korban.

"Korban tidak berkenan buat LP, yang pasti Polsek Medan Barat sudah melayani dan profesional," tegasnya.

Namun saat dipertanyakan perihal ke-profesionalan Polsek Medan Barat untuk menentukan locus delicti, dimana lokasi kejadian, Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu H Manulang dengan tegas mengatakan bahwa korban tidak mau melapor.

"Sekarang bukan masalah locus-nya, tapi Korban gak mau buat LP. Misalnya kereta orang tuaku dicuri orang, tapi orang tuaku gak mau buat LP dan tidak keberatan, gimana Polisi mau prosesnya," bebernya menjelaskan.

Dilokasi terpisah, Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetio membenarkan adanya petugas Polsek Medan Timur mengantar seseorang.

"Saya konfirmasi ke SPKT Polsek Medan Timur, memang ada anggota Polsek Medan Barat yang menghantar seseorang. Namun oleh personil Polsek Medan Barat tersebut membawa kembali seseorang ke Polsek Medan Barat," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tampaknya warga Kota Medan harus berhati-hati saat melintas di Flyover Pulo Brayan. Pasalnya nyawa Rudi Harahap (36) warga Jalan Pinang Baris nyaris saja melayang, ia menjadi korban begal sadis di Jalan Cemara tepatnya Flyover Pulo Brayan. Akibat kejadian, tangan kanannya koyak dicelurit pelaku.

Menurut informasi yang diterima, aksi begal sadis tersebut terjadi di Flyover Pulo Brayan, Sabtu (14/9/2019) sekitar Pukul 06.00 WIB. Saat itu korban bersama istrinya baru pulang belanja ikan di Jalan Cemara. Sesampainya di Fly Over, 2 orang pelaku yang berboncengan langsung memepet dan membacok tangan korban dengan menggunakan celurit. Beruntung korban dapat mengelak sehingga hanya mengenai tangannya. Dalam kondisi berdarah-darah, korban mencoba melakukan diri dari incaran para pelaku. Sempat terjadi kejar-kejaran. Beruntung korban berhasil melarikan diri dan langsung menuju rumah sakit terdekat.

"Kejadiannya itu jam 06.00 WIB bang, saat itu saya pulang belanja ikan. Lalu di Flyover Pulo Brayan langsung saya dipepet dan langsung dibacok menggunakan celurit," ujar korban, Rudi Harahap, Senin (23/9/2019).

Kemudian Rudi menambahkan, pelaku diketahui menggunakan pakaian serba hitam. "Pelaku 2 orang bang, pakai pakaian serba hitam. Keretanya Bat hitam juga," jelasnya.

Namun Rudi masih dapat bersyukur dikarenakan sepeda motor miliknya masih dapat diselamatkan. "Kereta tidak berhasil dibawanya bang," ucapnya.

Rudi berharap pihak Kepolisian agar segera menangkap pelaku agar para pedagang dapat beraktifitas tanpa adanya ketakutan.

"Saya berharap pihak Kepolisian untuk segera menangkap pelaku agar kami dapat beraktifitas tanpa rasa takut," harapnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu H Manullang mengatakan belum mengetahui kejadian tersebut. "Sudah saya yang sama anggota, belom ada laporan kejadian tersebut," ucapnya melalui telepon selulernya. (Rom/Jhonsen)

TerPopuler