Trauma Dituduh Mencuri, Komunitas Sedekah Jumat Hibur Dan Santuni Bocah Yatim Piatu

SUNGGAL - Masih ingatkah dengan kasus bocah Yatim piatu berusia 7 tahun yang dituduh dan diamankan di Polsek Sunggal karena dituduh mencuri uang pedagang Pasar Kampung Lalang? Yang akhirnya "dibebaskan" karena tidak terbukti mencuri? Akhirnya, salah satu Komunitas yaitu 'Komunitas Sedekah Jumat' terpanggil untuk membantu keinginannya untuk bersekolah.

"Alhamdulillah, kedatangan kami ini, mewakili teman-teman di Komunitas Sedekah Jumat untuk menyerahkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Meskipun tidak banyak, kita datang menjenguk adik kita, menekankan bahwa banyak yang perduli dengan nasib adik kita tersebut," ujar perwakilan Komunitas Sedekah Jumat, Saharudin didampingi Ketua KNPI Medan Denai, Agus Yahya.
Suasana rumah DN
Saharudin dan teman-teman Komunitas Sedekah Jumat juga akan berusaha membantu keinginan DN, untuk bersekolah seperti anak-anak lainnya.

"Dari Komunitas Sedekah Jumat, Insya Allah akan membantu DN sekuatnya untuk bisa mulai bersekolah. Terutama untuk pemerintah Kota Medan, kita berharap adik ini diperhatikan masa depannya. Banyak cara pemerintah Medan untuk membantu anak-anak seperti ini," harapnya.

Lalu, Saharudin mengajak masyarakat lainnya untuk perduli dan membantu warga yang tidak mampu lainnya. "Mari kita sama-sama meringankan beban saudara kita," ajaknya mengakhiri.

Mengetahui dirinya akan disekolahkan, terlihat wajah DN yang senang dan gembira. "Darni Ingin Sekolah," ujar bocah malang tersebut.

Begitu halnya juga dengan paman DN, Ganda Asmara Gulo, ia sangat berterima kasih dengan Komunitas Sedekah Jumat yang rela meluangkan waktu dan rezekinya untuk membantu keponakannya tersebut.

"Saya sangat berterima kasih dengan keringanan hati dan langkah Komunitas Sedekah Jumat, terlebih lagi dengan niat baik dari Komunitas Sedekah Jumat yang berniat akan menyekolahkan Darni," ucapnya.

Ganda berharap pihak pemerintah Kota Medan untuk mau membantu bebannya menyekolahkan DN. "Saya hanya berharap pemerintah Kota Medan membantu keponakan saya untuk bersekolah, itu saja pinta saya," harapnya sambil meneteskan air mata.

Diberitakan sebelumnya, Kisah mengharukan bocah 7 tahun yang ditangkap pedagang Pasar Kp Lalang karena dituding melakukan pencurian mengisahkan kisah sedih. Dari keterangan tetangga, bocah tersebut kerap ke Pasar Kampung Lalang untuk mencari sisa makanan untuk dimakan.

"Memang sering dia ke Pasar Kp Lalang, tapi gak mencuri. Dia itu mencari makanan sisa buat dimakannya," ujar Pak John meneteskan airmata, Selasa (13/8/2019).

Lalu Pak John menambahkan, ia juga pernah didatangi bocah malang tersebut untuk meminta makan. "Perutku sakit, belom makan," ucap John menirukan ucapan bocah malang tersebut.

John berharap pihak pemerintah setempat untuk memperhatikan dan membantu bocah malang tersebut. "Saya harap pihak Pemerintah mau membantu bocah malang tersebut dikarenakan kehidupan bocah tersebut sangat memperihatinkan," harapnya.

Sebelumnya, Kasus dugaan bocah 7 tahun yang dituding melakukan pencurian di Pasar Kampung Lalang yang kemudian diarak ke Polsek Sunggal akhirnya dipulangkan kembali kepada wali  orangtuanya. Pasalnya, ternyata bocah malang tersebut selain yatim piatu juga tidak terbukti mencuri uang pedagang sebanyak Rp 8 Ribu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi. Ia mengatakan bahwa saat kejadian, salah seorang pedagang kehilangan uang Rp 8 Ribu yang kemudian menuduh bocah malang tersebut mencuri karena melihat uang Rp 5 Ribu ditangannya.

"Jadi saat itu ada pedagang yang kehilangan uang Rp 8 Ribu. Bocah tersebut berada tidak jauh dari duduk pedagang tersebut, karena melihat uang Rp 5 Ribu ditangan bocah tersebut, pedagang tersebut menuduh anak itu mencuri. Setelah kita kroscek dan mediasi, anak itu tidak terbukti dituduhkan mencuri. Kemudian kita kembalikan kepada bibinya karena anak malang tersebut anak Yatim Piatu," ujarnya. (Rom)