16 Paket Anggaran DAK 2019 Humbahas Di Tender Ulang

HUMBAHAS - Sebanyak 16 paket anggaran dana Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 di Kabupaten Humbang Hasundutan terpaksa ditenderkan ulang. Pasalnya, 16 paket ini di sebutkan tidak memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai dengan sistem LPSE.

Hal ini di ungkapkan Kepala BPBJ (Badan Pengadaan Barang Dan Jasa) Benthon Lumbangaol di ruang kerjanya,  Rabu (3/7/2019). Ia mengatakan, ke 16 paket ini harus di tender  ulang mengingat persyaratan kualifikasi tidak di penuhi sesuai dengan sistim yang ada, dan  ada 10 paket masih dalam proses masa sanggah  terhitung sampai hari ini 3 juli 2019, di mana hal ini di atur pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa, dan untuk pemenang tender sampai saat inj belum ada, masih sebatas tanda bintang, yang artinya tanda bintang ini sudah berpeluang untuk menjadi pemenang tender.

"Ada 16 paket yang kita tender ulang, karena tidak ada perusahaan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan sistem LPSE, dan ada 10 paket masih dalam proses masa sanggah, salah satunya  proyek peningkatan Jalan Pollung- Sp.Batu Mardinding," ujar Benthon.

Ketika di tanya batas akhir tender untuk anggaran dana  DAK, mantan Kabid Dinas Perizinan Kabupaten Humbang Hasundutan ini mengatakan, untuk batas tender sekitar tanggal 18 sampai dengan 19 Juli dan itu sudah penandatanganan kontrak untuk tahap pertama agar dananya bisa  di cairkan. Namun sayangnya, ketika di tanya jumlah total pagu yang di tenderkan dari kurang lebih 36 paket anggaran dana DAK tahun ini, dirinya tidak bisa menyebutkan secara rinci total seluruhnya.

"Kalau jumlah pagunya, belum bisa saya sebutkan, karena belum di total seluruhnya," ucapnya.

Benthon  mengakui, perusahaaan-perusahaan jasa konstruksi  yang mengikuti tender saat ini melalui  sistem LPSE di Kabupaten Humbang Hasundutan  kebanyakan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Tobasa, Taput, Dairi bahkan dari kota Medan.

"Ya, itu kami akui, memang proses tender pada anggaran Dana DAK tahun ini banyak di ikuti perusahaan-perusahaan dari luar kabupaten Humbahas, tapi ini kan  proses tender secara terbuka, perusahaan mana pun  bisa mengikuti proses tender sesuai dengan sistem LPSE," jelasnya mengakhiri. (Boy)