Soal Kasus Pelecehan Penyidik Polsek Medan Area (5). Gawat!!! Bripda DAS Minta Uang Buat "Uang Minum" Jaksa

Soal Kasus Pelecehan Penyidik Polsek Medan Area (5). Gawat!!! Bripda DAS Minta Uang Buat "Uang Minum" Jaksa

Selasa, 18 Juni 2019, 08:20

MEDAN - Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri pastinya tercoreng dengan tindakan tak terpuji yang dilakukan penyidik Polsek Medan Area, Bripda DAS. Pasalnya, ia yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat malahan tega memaksa meminta uang kepada keluarga tahanan, Yashinta Khamisyah Manik (29).

Untuk memuluskan aksinya, oknum penyidik Polsek Medan Area ini mengaku uang tersebut  dipergunakan untuk membayar "uang minum" Jaksa agar perkara tidak lanjut.

Hal tersebut disampaikan oknum penyidik tersebut kepada keluarga tahanan, Yashinta melalui pesan singkat Whatssapp.
  • DAS : "Kemarin aku kordinasi ke kejaksaan, org jaksa minta uang minum syg. Udah aku talangi pakai uang aku say 450 kan udh dibantu org itu utk egk lanjut. Aku gada minta apa apa sama syg cuma kaos sepotongkan?. Tapi gantilah uang aku yg utk nalangi uang minum mereka say
  • DAS : " Jgn blg kemana mana ya say"
Namun dikarenakan Yashinta tidak memiliki uang, oknum penyidik tersebut kembali memaksa meminta uang setengah dari Rp 450 ribu dengan alasan bahwa uang tersebut merupakan uang pribadi bukan uang kantor.
  • DAS :"Mohon sekali bantuan syg. Karna uang pribadi"
  • DAS : "Bukan uang kantor"
  • DAS : "Kalau uang kantor mati situ say"
  • DAS :"Tfkan itu uang saya utk ngurus adekmu"
  • DAS :"Gantikan uang kordinasiku ke jaksa itu"
  • DAS :"Stghnya pun gpp
  • DAS :"Gawat kali ah"
Setelah didesak oknum penyidik tersebut, akhirnya pihak keluarga Yashinta pun mentransfer uang Rp 250 ribu, setengah dari permintaan oknum penyidik tersebut ke rekening BRI dengan Nomor 03360107788****

Akibat kejadian ini, Yashinta merasa dirinya menjadi korban pemerasan oknum penyidik Polsek Medan Area, Bripda DAS. Ia berharap oknum penyidik tersebut diberikan sanksi tegas.

"Saya harap si DAS mendapatkan sanksi yang tegas karena dia sudah memeras saya dan melecehkan saya," ujar korban, Yashinta Khamisyah Manik kepada wartawan melalui telepon selulernya (WA), Selasa (18/6/2019).

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Polsek Medan Area berinisial DAS terpaksa dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu. Pasalnya ia  meminta uang ratusan ribu kepada keluarga tahanan, Yashinta Khamisiah Manik (29). Ironisnya, penyidik tersebut juga melecehkan korban mulai dari mengajak berciuman, mandi bersama dan sewa kamar (SK) di Hotel, Rabu (12/6/2019).

Menurut informasi yang diterima, aksi pelecehan ini bermula dari penangkapan adik korban, yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan.   Adik korban ditangkap sejak 12 April 2019 tanpa adanya surat penangkapan dan penahanan. Saat itulah oknum penyidik (DAS) bertemu dengan korban. Tergiur dengan kecantikan korban, oknum penyidik ini pun meminta uang dan melecehkan korban, mulai dari mengajak berciuman, memandikan dan menginap di Hotel (SK). Tak terima, korban bersama kuasa hukumnya pun melaporkan kasus tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu dengan STPL/35/V/2019/PROPAM.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar membenarkan adanya laporan tersebut. 

"Benar infonya, ada laporan ke Poldasu. Kita sudah ketemu dengan keluarganya dan menanyakan langsung," ujarnya.

Anjas Asmara juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu prosesnya dari Propam Poldasu. "Kemarin cerita keluarganya (korban) sudah lapor ke Poldasu. Kita tunggu prosesnya," jelasnya mengakhiri. (Rom)


TerPopuler