Dendam! Sinaga Bantai Br Saragih Dijerat Tali Rapia Sampai Mati

Edison Sinaga diapit.

POLDASU, JAM 14.30 WIB

Ingat dengan Hitmina boru Saragih (60), yang ditemukan tewas dalam gubuk ladang cabenya, pertengahan Januari 2016 lalu?

Ternyata penduduk Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, meregang nyawa karena lehernya dijerat tali rapia oleh Edison Sinaga (55) warga Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Setelah hampir sebulan diburon, Edison berhasil diringkus petugas Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu, di tempat persembunyiannya di kawasan Jambi.

Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Faisal Napitupulu mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) Tim Khusus Anti Bandit (tekab) Poldasu.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, petugas mencurigai tersangka sebagai pembunuh korban. Kecurigaan semakin menguat karena ayah tiga anak tersebut langsung menghilang pasca pembunuhan tersebut.

Petugas segera melakukan penyelidikan dengan menemui keluarga korban dan tersangka. Setelah cukup bukti dan keterangan, petugas mengejar tersangka ke Kabupaten Simalungun, rumah keluarganya.

Namun, tersangka sudah keburu kabur. Selanjutnya pengejaran dilakukan ke Riau. Petugas langsung menyisir lokasi yang sudah dicurigai.

Tapi, tersangka kembali lolos karena sudah keburu kabur. Berdasarkan pengakuan temannya, tersangka sudah lari ke Jambi hingga petugas melakukan pengejaran.

Tersangka akhirnya berhasil ditangkap di sebuah bengkel milik Aulia di Jalan Lintas Timur, Km 121, Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Gabung Barat, Provinsi Jambi.

“Kendala yang kami hadapi karena tersangka sering berpindah tempat,” ujar Faisal, Rabu (24/2) sore.

Kata Faisal, dalam aksi pembunuhan tersebut, tersangka memukuli dan menjerat leher korban hingga tewas. Setelah itu, tersangka menguras harta benda milik korban.
“Tersangka mengaku khilaf,” kata Faisal.

Diberitakan sebelumny, korban ditemukan tewas di dalam gubuk ladang cabe milik korban oleh anak dan cucunya pada Jumat (15/1) sekira jam 12.00 wib.

Barang korban yang hilang terdiri kereta BK 5947, uang Rp25 ribu dan HP Samsung yang sudah disita dari abang tersangka, bernama Berlison Sinaga di Huta Bayu, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya, terang Faisal, pihaknya akan menyerahkan penanganan kasus pembunuhan disertai perampokan itu ke Polres Tanah Karo.

Sementara, tersangka Edison Sinaga mengaku menghabisi korban karena khilaf, itupun setelah menerima bisikan gaib. Dia juga dendam karena korban sering memakinya di depan umum.

“Aku malu dimaki di depan umum,” ucapnya.

Kata dia, mengenal korban saat mereka bertemu di terminal Kabanjahe. Hubungan itu berlanjut hingga mereka melakukan adegan suami istri.

Namun belakangan, hubungan mereka bermasalah hingga jarang berkomunikasi.

“Lehernya kuikat tali rafia. Aku khilaf,” kata tersangka. (man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*