Terungkap, Pembunuhan Boru Gultom Bermotif Sakit Hati

TAPUT - Satreskrim Polres Tapanuli Utara resmi menetapkan Rinto Hutapea (RH) sebagai tersangka pembunuhan Kristina Br Gultom.

Dalam keterangannya,  Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Horas M silaen M.Psi mengatakan bahwa RH merupakan pelaku tunggal aksi pembunuhan terhadap siswi SMK Karya Tarutung.

"Adapun motif pembunuhan terhadap Br Gultom adalah sakit hati dikarenakan kata-kata makian korban kepada pelaku," ujarnya.

Lalu, Kapolres menjelaskan pelaku nekat menghabisi nyawa korban saat pelaku melihat korban melintas di Jalan umum Perladangan Sitolu-toli menuju Dusun Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Tarutung, Tapanuli Utara.

"Melihat korban melintas, pelaku mendekati korban dan mengajak berboncengan. Namun korban tidak bersedia dan langsung memaki dan  meludahi wajah pelaku. Saat itulah pelaku emosi langsung menangkap dan mendorong korban hingga terjatuh. Kemudian pelaku langsung memukul wajah korban. Tidak sampai disitu saja, korban yang berteriak membuat pelaku panik dan semakin beringas yang kemudian mencekik leher korban menggunakan tangan kanan selama 15 menit yang menyebabkan korban mengeluarkan air mata dan dari hidung mengeluarkan darah," jelasnya.

Dan untuk menghilangkan jejak, pelaku menyeret jasad korban dan membuka seluruh pakaian korban, kemudian menyeret dan meletakkan tubuh korban dibawah pohon bambu.

"Pelaku kita kenakan pasal berlapis yaitu pasal 338 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun penjara dan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara" ucap Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas M silaen M.Psi. (Maju)