Soal Tadun Air PTPN III Raib, Kelompok BY Cs Teror Wartawan

LABUSEL - Terkait raibnya tandun air PTPN III di Afdeling 5 Kebun Aek Torop yang digelapkan BY Cs membuat para pelaku "kepanasan". Tak terima dengan pemberitaan, By Cs melalui Ketua salah satu OKP Kecamatan Torgamba menteror wartawan.

"Hei!! Anu, kau tau BY itu anggotaku, jangan kau macam -macam, jangan kau banyak tingkah, apa kali rupanya wartawanmu itu," ujar salah satu wartawan, SR menirukan ucapan Ketua OKP tersebut.

SR menambahkan, Ketua OKP tersebut juga menegaskan bahwa manejer Kebun Aek Torop tidak akan berani menindak anggotanya, BY cs.

"Jadi gitu, lihat sajalah kalau memang masih kau beritakan sampe ke kandir juga saya tidak takut, tetap saya bela anggota saya, orang kandir semua kenal pada saya, berani tidak maneger lakukan tindakan pada anggotaku kaulihatlah," terangnya mengikuti ucapan pelaku.

Dilokasi terpisah, Ketua Persatuan Wartawam Labuhanbatu Selatan (PWL), Frans Simarmata dan ketua Lembaga Jurnalis Independent (LJI) Labuhanbatu Selatan, Dahrunsyah Pasaribu menyesalkan tindakan teror yang di lakukan Ketua OKP yang mencampuri dan terlalu masuk dalam urusan jurnalis.

"Kami harapkan kepada Ketua OKP Labusel agar dapat mengevaluasi kinerja yang bersangkutan demi kemajuan perkembangan OKP di masa mendatang," katanya.

Lanjutnya, Dahrunsyah juga berharap tidak ada terjadi benturan akibat ulah Ketua OKP Kecamatan Torgamba.

"Jangan sampai kedepannya terjadi bentiluran yang tidak di inginkan karena ulah beliau di lapangan. Wartawan di lindungi undang -undang dan hukum, kami bukan wartawan dan jurnalis liar, harapan saya selaku ketua LJI jangan sampai saya dengar ada lagi ancaman dan intimidasi kepada anggota saya dalam peliputan berita ataupun menaikan berita, itu hak jurnalistiknya, tidak ada dasar bapak selaku Ketua OKP di Kecamatan Torgamba melakukan tindakan melarang atau hal lain. Wartawan dalam tugas dan pemberitaan sudah di atur UU No 40 tahun 1999 tentang poksi jurnalis, jika hal ini masih tetap di abaikan akan kami tempuh lewat jalur hukum, jangan di ulangi lagi siapapun jangan coba-coba melakukan intimidasi kepada anggota LJI dan PWL di Labuhanbatu Selatan ini," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Beberapa keluarga pegawai PTPN III Aek Torop, Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu  Selatan sangat menyesalkan aksi belasan pegawai Krani 1 Afdeling 5, Aek Torop Bayu Atmaja yang menggelapkan dan menjual tanki air yang merupakan aset PTPN III, Kamis (8/8/2019).

"Kejadian pencurian tanki air itu di tahun 2018, tanki air yang seharusnya sebagai fasilitas bersih untuk ratusan pegawai ternyata dibongkar dan dijual. Tapi anehnya, besi tanki yang dibongkar itu bisa lolos dari penjagaan dan pengamanan security saat melintasi pos penjagaan," ujar salah seorang pekerja berinisial ER. (Sulaiman)