Perampok Jalanan Mengganas Di Kota Medan, IRT Terjatuh Dan Terseret di Aspal



MEDAN BARU - Aksi perampokan jalanan di Kota Medan khususnya wilayah hukum Polsek Medan Baru semakin mengganas. Tidak hanya warga pribumi, turis asing pun tidak luput dari incaran para perampok. Hal inilah membuat warga Kota Medan dihantui rasa ketakutan.

Sebelumnya, 3 peristiwa jambret juga dialami turis berkewarga negaraan Prancis bernama Robert dirampok Jalan Cipto Medan Petisah, Rabu (10/7/2019), Betty warga negara Itali dirampok di Jalan Candi Biara Medan Petisah, Rabu (17/7/2019) dan kemudian, viral aksi perampok jalanan yang mencoba merampok seorang pengguna jalan di Jalan Kapt. Patimura Medan,  Ironisnya hingga sekarang para pelaku belum juga ditangkap dan diungkap pihak Kepolisian.

Dan kini, seorang ibu rumah tangga, pedagang keliling, Tina (32) warga Jalan Kesehatan Medan Perjuangan menjadi korban perampok jalanan. Tidak tanggung-tanggung, akibat kejadian tersebut korban terseret dan terjatuh di aspal jalanan.

Menurut informasi, saat kejadian korban bersama suaminya dan kakak iparnya berkeliling berjualan air mineral. Ketika melintas di Jalan Gatot Subroto dekat Simpang Bara, tas sandang berisi uang hasil dagangan dan ponsel miliknya hilang ditarik paksa oleh pelaku.

"Saat itu kami keliling berjualan mencari lokasi berjualan air minum, sesampainya di Simpang Barat, tiba-tiba tas saya ditarik pelaku, saya coba pertahankan, akhirnya saya terjatuh dan terseret-seret," ujarnya korban Tina saat ditemui kediamannya.

Tina menambahkan, jika ia sudah sehat ia berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Baru.

"Nanti saya rencananya melapor ke Polsek Medan Baru agar pelaku segera ditangkap," harapnya.

Lalu, Tina berpesan kepada Ibu-ibu agar lebih waspada untuk tidak lagi menggunakan tas sandang karena banyaknya pelaku jambret sadis berkeliaran di Kota Medan," himbaunya.

Ketika di konfirmasi terkait aksi perampok jalanan di Jalan Gatot Subroto, Simpang Barat, Medan Petisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip Purba mengatakan bahwa belom ada laporan.  "Laporan tidak ada sama kita," ujarnya singkat. (Rom/yog)