Heran! Tanki Air PTPN III Aek Torop Torgamba Raib, Pelaku Cuma Diberikan Surat Peringatan

LABUSEL - Beberapa keluarga pegawai PTPN III Aek Torop, Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu  Selatan sangat menyesalkan aksi belasan pegawai Krani 1 Afdeling 5, Aek Torop Bayu Atmaja yang menggelapkan dan menjual tanki air yang merupakan aset PTPN III, Kamis (8/8/2019).

"Kejadian pencurian tanki air itu di tahun 2018, tanki air yang seharusnya sebagai fasilitas bersih untuk ratusan pegawai ternyata dibongkar dan dijual. Tapi anehnya, besi tanki yang dibongkar itu bisa lolos dari penjagaan dan pengamanan security saat melintasi pos penjagaan," ujar salah seorang pekerja berinisial ER.
Lokasi Tanki Air Yang Raib

ER menjelaskan para pelaku memotong tanki air yang terbuat dari besi dengan menggunakan las listrik dan besi-besi tersebut di angkut keluar Kebun PTPN III Aek Torop menggunakan 2 unit mobil  pick up ,menurut perkiraan besi tersebut lebih kurang 6 ton.

"Barang itu diangkut dengan menggunakan mobil pickup pada siang hari, dan anehnya bisa lolos dari penjagaan dan pengamanan security perusahaan saat melintasi pos penjagaan," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Asisten Afdeling 5, Mahyudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, para pelaku telah dikenakan sanksi berupa surat peringatan.

"BY dan kawan-kawanya telah di berikan sanksi surat peringatan," jelasnya.

Namun sayang, saat dikonfirmasi kepada  Manager Kebun Aek Torop, Antoni Manullang tidak dapat dikonfirmasi.

Menanggapi hal tersebut, Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN), Khoiruddin Batubara, Labuhanbatu Selatan meminta pimpinan PTPN III untuk tidak  tebang pilih dalam kasus tersebut.

"Ini menyangkut aset Negara (BUMN), jika karyawan melakukan penggelapan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, langsung di pecat atau di penjarakan tidak ada ampunan nilainya pun tidak seberapa. Mengapa aset yang nilainya puluhan dan bahkan dana pembangunanya ratusan juta hanya diberikan sanksi surat peringatan dan pengembalian kerugian, apa memang demikian standart Operasional Perusahaan (SOP) yang berlaku di PTPN III?," tanyanya.

Khoirudin berharap agar permasalahan ini di tinjau ulang demi kebaikan. "Jangan ada pilih kasih dalam persoalan yang sifatnya merugikan perusahaan," harapnya mengakhiri. (Sulaiman)