Soal Tawuran Di Jalan Perjuangan. Iptu Prasetio : "Kepling dan warga yang punya inisiatif melanjutkan ke forum"

MEDAN - Menanggapi aksi tawuran antar pemuda di Jalan Perjuangan Medan Perjuangan, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetio mengatakan bahwa pihaknya atas inisiatif Kepling dan warga untuk membahas masalah tawuran ke forum Kelurahan dan Kecamatan.

"Kepling dan warga yang punya inisiatif melanjutkan ke forum. Pembahasan diteruskan untuk forum Lurah dan Camat bersama warga dan pihak sekolah disekitar lokasi. Silahkan aparat pemerintahan/camat dan perangkat dibawah mengatur kenyamanan warga," Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetio melalui telepon selulernya (WA), Senin (8/7/2019).

Hal ini disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetio usai melakukan diskusi dengan salah seorang Kepala Lingkungan di Jalan Naggar Jati, Medan Perjuangan.

Prasetio juga menghimbau kepada orang tua untuk mengawasi dan membatasi pergaulan anak di masa liburan sekolah.

"Antisipasi di masa liburan sekolah, di waktu senggang anak di sore/malam hari untuk diawasi dan dibatasi pergaulannya," himbau

Lalu Prasetio menjelaskan bahwa pihak Kepolisian memiliki 3 peran yang merupakan tugas pokok penanganan kasus tawuran. "Kami dari polisi juga punya 3 peran secara tugas pokok yg secara detail terbagi Preemtif: mencegah niat untuk kondusifitas kamtibmas melalui intelejen dan binmas, Preventif : mencegah kesempatan terjadi kegaduhan/keributan kamtibmas melalui patroli Sabhara dan Bhabinkamtibmas, Represif : melakukan penegakan hukum melalui fungsi Reskrim, namun mengingat sasaran adalah anak-anak kita sesuaikan dengan sistem peradilan anak bila memang terjadi tindak pidana. Serta mengedepankan Restorasi justice untuk delik aduan," bebernya.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi terkait aksi tawuran, Camat Medan Perjuangan, Fahri Matondang melalui Kasi Trantib, S Samosir telah memberikan himbauan kepada seluruh kepala lingkungan (Kepling) untuk segera memberikan informasi ke Polsek Medan Timur jika mengetahui adanya keributan.

"Kita sudah menghimbau kepada seluruh Kepling untuk menginformasikan ke Polsek Medan Timur jika mengetahui adanya keributan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Jalan Perjuangan, Medan Perjuangan resah dengan aksi brutal 2 kelompok pemuda yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Ironisnya, aksi tawuran yang sudah berjalan 2 bulan ini luput dari pantauan kepolisian setempat, Minggu (7/7/2019).

"Tawuran ini sudah sering terjadi bang, sejak bulan puasa. Tapi hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak Kepolisian," ujar Dewi, salah seorang warga setempat yang resah dengan aksi tawuran.

Dewi menambahkan, menurut informasi yanga dapat, tawuran berawal dari kedua belah kelompok , Pemuda Jalan Rakyat dan Pemuda Jalan Perjuangan saling ejek hingga terjadi perkelahian.

"Katanya aksi tawuran ini bermula dari saling ejek akhirnya sering tawuran, malahan sering membawa senjata tajam (pisau dan parang) kaminwarha sini jadi resah. Sudah banyak kami mengalami kerugian," terangnya.

Kemudian, Dewi menambahkan, hingga saat ini sudah 2 bulan aksi tawuran antar 2 pemuda ini berlangsung tanpa tindakan dari pihak Kepolisian.

"Kami berharap pihak Kepolisian mau menuntaskan kasus ini, soalnya hingga sekarang tidak pernah ada pihak Polisi yang datang," harapnya.

Namun sayang, Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)