Perdamaian Tidak Menghapus Pidana! Polsek Percut Seituan Harus Periksa Sopir Truk Sampah MMTC

Foto korban dilokasi kejadian
PERCUT - Ketidak seriusan Polsek Percut Seituan dalam memproses kasus Laka lantas yang mengakibatkan AH Als PT (19) warga Jalan Pembinaan 1, Krakatau yang tewas dengan tubuh "berlipat" usai ditabrak truk sampah di MMTC Jalan Pancing, Medan, Selasa (2/7/2019) lalu mendapat kritikan keras dari praktisi hukum, Dedi Suheri, SH. Ia meminta pihak Polsek untuk mengamankan truk sampah dan melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk.

"Seharusnya meskipun belum ada yang keberatan dari keluarga korban, pihak kepolisian harus mengamankan truk tersebut. Jelas ini kelalaian supir truk tersebut membuat orang meninggal dunia adalah suatu perbuatan pidana, dan jikapun ada perdamaian dengan pihak keluarga korban tidak dengan serta merta menghapus tindak pidana," ujar Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH, Jumat (12/7/2019).

Dedi menambahkan bahwa perdamaian merupakan menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman pelaku.

"Kendati demikian, pelaku tetap perlu mengusahakan perdamaian dengan keluarga korban karena hal itu dapat dipertimbangkan hakim untuk meringankan hukumannya. Sebaliknya, tidak adanya perdamaian antara pelaku dengan keluarga korban bisa menjadi hal yang memberatkan pelaku. Sebagai contoh, dalam Putusan MA No. 403 K/Pid/2011 antara pelaku dan keluarga korban tidak tercapai perdamaian, serta dalam Putusan MA No. 553 K/ Pid/2012 pelaku tidak memiliki iktikad baik untuk melakukan perdamaian kepada keluarga korban, sehingga menurut majelis hakim tidak adanya perdamaian dijadikan sebagai pertimbangan yang memberatkan kesalahan terdakwa," jelasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi perihal penanganan kasus Laka lantas truk sampah MMTC melalui telepon selulernya, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Subroto meminta wartawan untuk mengkonfirmasi kepada wartawan kepada Kanit Lantas Polsek Percut Seituan.

Ketika dikonfirmasi perihal Laka lantas truk sampah MMTC melalui telepon selulernya, Kanit Lantas Polsek Percut Seituan, Iptu JH Panjaitan mengatakan belum ada melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk.

"Sudah kita panggil tapi belum ada yang datang," ujarnya melalui telepon seluler.

Diberitakan sebelumnya, AH Als PT (19) warga Jalan Pembinaan 1, Krakatau tewas dengan tubuh "berlipat" usai ditabrak truk sampah di MMTC Jalan Pancing, Medan, Selasa (2/7/2019) lalu. Ironisnya, pengemudi hingga sekarang belum juga di proses. Nah lho?

Menurut informasi, tewasnya AH bermula saat korban sedang membersihkan sampah. Saat itu, sebuah truk sampah kompleks MMTC yang berjalan mundur menabrak korban hingga masuk kedalam kolong truk. Akibatnya, tubuh korban terlipat dan kepala mengeluarkan darah. Warga dan pedagang bersama petugas MMTC langsung melarikan korban ke RS Haji Medan. Namun sayang, korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Subroto membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun hingga sekarang belum ada orang yang keberatan atau melapor ke Polsek Percut Seituan.

"Coba tanyakan ke Kanit Lantas selanjutnya.
Info yang saya dapati dari Kanit Lantas belum ada pengaduan dari pihak korban. Dan mereka antar keluarga sudah berdamai," ujar orang nomor 1 di Polsek Percut Seituan.

Namun saat dikonfirmasi tentang ada dugaan kasus tersebut ditutupi, Subroto menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada menutupi kasus tersebut.

"Hingga saat ini belum ada orang yang  keberatan/melapor dari korbannya. Jadi gak yg ditutupi bang," jelasnya. (Rom)