Pelaku Tawuran Di Jalan Perjuangan Disebut "Pecahan Botol". Ini Kesaksian Warga Yang Menjadi Korban!



MEDAN - Pelaku tawuran di Jalan Perjuangan Kecamatan Medan Perjuangan kerap disebut " Pecahan Botol". Hingga membuat pihak penegak hukum dan Muspika setempat tidak serius dalam menanganinya. Akibatnya, 2 bulan belakangan ini sangat meresahkan warga. Satu persatu warga pun menjadi korban. Selain kerusakan pada harta benda, warga pun ada yang mengalami luka akibat lemparan batu dan kayu.

Salah satu warga yang mengalami luka adalah Doni (30) warga Jalan Sukaria, Medan Perjuangan. Ia menjadi saksi kebrutalan "Pecahan Botol" yang sudah 2 bulan ini meresahkan warga.

"Pelaku berjumlah seratusan orang. Saat itu saya duduk di simpang Jalan Perjuangan. Tiba-tiba kedua belah pihak datang dan saling lempar. Saya gak bisa lari bang, jadi kena lempar," ujarnya sambil meringis kesakitan.

Doni menambahkan, akibat lemparan "Pecahan Botol", kepalanya mengalami 6 jahitan. "Sebelah kiri 6 jahitan, yang sebelah kanan gak dijahit, soalnya sudah gak ada dana lagi," jelasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, Andiko juga menjelaskan bahwa ia juga menjadi korban kebringasan "Pecahan Botol" . Ia mengalami luka di kakinya akibat dilempar kaca.

"Kena kaca bang, saat itu saya mau menutup steling jualan mama saya, saat itulah kaki saya kena gempa kaca," ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Warga Jalan Perjuangan, Medan Perjuangan resah dengan aksi brutal 2 kelompok pemuda yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Ironisnya, aksi tawuran yang sudah berjalan 2 bulan ini luput dari pantauan kepolisian setempat, Minggu (7/7/2019).

"Tawuran ini sudah sering terjadi bang, sejak bulan puasa. Tapi hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak Kepolisian," ujar Dewi, salah seorang warga setempat yang resah dengan aksi tawuran.

Dewi menambahkan, menurut informasi yanga dapat, tawuran berawal dari kedua belah kelompok , Pemuda Jalan Rakyat dan Pemuda Jalan Perjuangan saling ejek hingga terjadi perkelahian.

"Katanya aksi tawuran ini bermula dari saling ejek akhirnya sering tawuran, malahan sering membawa senjata tajam (pisau dan parang) kaminwarha sini jadi resah. Sudah banyak kami mengalami kerugian," terangnya.

Kemudian, Dewi menambahkan, hingga saat ini sudah 2 bulan aksi tawuran antar 2 pemuda ini berlangsung tanpa tindakan dari pihak Kepolisian.

"Kami berharap pihak Kepolisian mau menuntaskan kasus ini, soalnya hingga sekarang tidak pernah ada pihak Polisi yang datang," harapnya.

Namun sayang, Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)