Merasa Difitnah, Anak Tiri "Angkat Bicara" Soal Kasus Penganiayaan Sarina

Kuasa Hukum AY, Fahmi Hasibuan, SH.Mh saat mengunjungi Kantor Metro24jam.co.id

HELVETIA - Laporan pengaduan Sarina Siregar (41) di Polsek Helvetia yang melaporkan keenam anak tirinya masih berjalan alot. Kali ini anak tirinya, AY (35) angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tindakannya mendatangi rumah orangtuanya, Marlan dikarenakan prihatin dengan nasib ayahnya yang ditelantarkan ibu tirinya.

"Rumah saya itu dekat dengan rumah ibu tiri saya, jadi malam itu saya lihat dia bawa lelaki, saya dan saudara saya lainnya bersama Kepling, Polmas dan masyarakat mendatangi rumah ibu tirinya. Dan dengan ijin Polmas dan Kepling pintu dibuka paksa dan mereka menjumpai Sarina bersama laki-laki didalam kamar," ujar AY saat menyambangi Kantor Metro24jam.co.id bersama Kuasa Hukumnya, Fahmi SH.MH di Jalan Jermal 3 Ujung, Medan Denai, Rabu (24/7/2019).

Lalu, setelah kedatangan warga dan keluarga besar AY, keesokan harinya ibu tirinya pun membuat berita di media mengatakan bahwa rumahnya diserang dan dirusak oleh anak tirinya.

"Sungguh sangat keji fitnah yang dilontarkan ibu tiri itu, kepada Bapak Kapolsek Helvetia jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita bohong (Hoax) Sarina Siregar yang menyudutkan," tambahnya.

Kemudian, AY membeberkan bahwa tindakan yang mereka lakukan ini dikarenakan kecewa dengan tindakan ibu tirinya yang menelantarkan ayahnya, Marlan (74) yang menderita sakit stroke.

"Ketahuannya penelantaran itu waktu saya datang kerumah ayah saya, Selasa (18/6/2019) sekitar Pukul 10.00 WIB untuk memberikan makan ayah. Tapi pintu tertutup, saya gedor-gedor rumah gak ada yang buka, lalu setelah saya tanya dengan tetangga, bahwa orang tua saya sering ditinggal sendirian didalam rumah digembok dari luar karena sudah beberapa bulan ini ayah kami lumpuh karena stroke," bebernya.

Tidak itu saja, AY juga menjelaskan bahwa setelah ayahnya stroke, Marlan tidur digarasi mobil diatas sehelai tikar dan buang air besar dan buang air kecil ditikar. Siapa yang tega melihat ayah kandung ditelantarkan ibu tiri?," tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah dirembukkan keluarga, lalu AY dan saudara lainnya sepakat membawa ayahnya (Marlan) agar bisa dirawat dengan baik.

"Sebelumnya kami sudah minta ijin, tapi karena ditolak terpaksa kami membawa ayah kami, saat itulah ibu tiri kami menghalang-halangi dengan sekuat tenaga sehingga terjadi tolak menolak antara ibu tiri dengan Apri. Tak seorang pun dari kami menyentuh ibu tiri apalagi menganiaya. Tapi Apri memang ada menarik ibu tiri keluar rumah agar kami bisa membawa ayah kami. Jadi berita dia dipukul, dijambak, dipukul, ditendang, diseret dan diinjak-injak beramai-ramai adalah tidak benar. Kalo begitu pasti sudah mati," jelasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, Sarina Siregar membantah tuduhan yang ditujukan padanya. Ia menjelaskan bahwa anak lelaki yang didalam rumah adalah anak abangnya yang bernama Arsad Siregar (16) yang hendak sekolah di Medan.

"Lelaki yang mereka maksud itu adalah anak abangku sendiri, namanya Arsad Siregar. Anak itu dari Dumai hendak sekolah di Medan, SMK Ar Rahman di Jalan Gaperta jadi dekat sama rumah saya, disamping itu dia menemani saya dirumah karena saya takut," ujarnya.

Rina menjelaskan, saat kejadian penggrebekan, terdengar teriakan anak tirinya meminta dibuka pintu. "Setelah pintu dirusak, mereka masuk kedalam dan menggedor pintu kamar saya tempat kami bersembunyi. Tiba-tiba terdengar suara mengaku Polmas dan Kepling. Makanya saya heran, mereka nyuruh saya buka pintu. Lalu saya balas, " Maaf bu, saya menunggu petugas Polsek Helvetia. Lalu setelah petugas Helvetia datang, kami pun membuka pintu dan kami ke Polsek Helvetia. Lalu abang dan keluarga anak saya datang dan membuktikan bahwa ia anak abang saya," jelasnya.

Lalu, Rina menambahkan, saat ini ia dan suaminya memang tidur dibawah dikarenakan suaminya yang saat ini menderita sakit stroke hingga tidak mampu untuk naik keatas. "Saat ini kami memang tidur dibawah pakai tikar, tapi kan dilapis kain. Jadi tidak benar suami saya itu saya terlantarkan," tegasnya.

Terkait kasus pengerusakan tersebut, ia berencana akan melaporkan kasus pengrusakan rumah ke Polrestabes Medan. "Saya tidak terima dengan pengerusakan rumah saya dan tuduhan saya kumpul kebo. Saya berencana akan melaporkan mereka ke Satreskrim Polrestabes Medan," kesalnya.

Diberitakan sebelumnya, Sarina Siregar (41) warga Jalan Klambir 5 Perumahan Anisalala, Tg Gusta mendatangi Polsek Medan Helvetia. Pasalnya ia menjadi korban penganiayaan oleh anak tirinya. Akibatnya, seluruh tubuhnya babak belur membiru akibat ditunjang dan dipukuli para pelaku, Selasa (18/6/2019) lalu. Adapun identitas para pelaku adalah AP, YY, YK, YN, VR dan HR. (Rom)