Kisruh Pembangunan 75 Kios Pusat Pasar. Dewan : "Intinya dari persoalan ini pedagang tidak resah"

MEDAN - Ketua Komisi III DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan terlihat emosi saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) membahas Pusat Pasar di Gedung DPRD Medan, Selasa (23/7/2019). Bahkan, politikus PDIP itu sampai menggebrak meja. Hal itu dilakukannya saat melihat Kabid Perekonomian Bappeda Medan, Regen adu mulut dengan Direktur Utama PD Pasar, Rusdi Sinuraya.

Brak...!! begitu suara yang dihasilkan Boydo saat memukul meja, walaupun suara gebrakan meja tidak terlalu keras.

Regen semula menjelaskan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat terkait pembangunan 75 kios di Pusat Pasar. Di mana, berdasarkan hasil pemeriksaan 3 direksi dinyatakan bersalah. Rusdi langsung menginterupsi penjelasan dari Regen. Ia menilai hasil pemeriksaan Inspektorat belum tepat.

Boydo menilai persoalan pasar hanya membuat pusing dirinya. "Intinya dari persoalan ini agar pedagang tidak resah," tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Medan, Dame Duma Sari angkat bicara mengenai pembangunan 75 kios di Pusat Pasar. Apalagi, dalam persoalan tersebut suaminya, Beny Sihotang yang merupakan Direktur Utama PD Pasar sebelumnya dibawa-bawa.

Menurutnya, dari zaman Rahudman Harahap sebagai Wali Kota Medan pembangunan 75 kios di lantai 3 Pusat Pasar tidak diperkenankan.

"Bahkan dari zaman Wali Kota pak Bahtiar Djafar sudah tidak boleh dibangun kios di sana, karena itu fasilitas umum," katanya saat rapat di ruang Komisi III DPRD Medan.

Meski begitu, ia tidak mau terlalu menyalahkan Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya. "Mana mungkin pak Rusdi mau bangun kios yang dilarang, kalau tidak ada sesuatu," tuturnya.

Kabid Ekonomi Bappeda Medan, Regen mengungkapkan kebijakan Direksi PD Pasar yang membangun 75 kios di Pusat Pasar keliru. "Pembangunan 75 kios salah karena tidak mendapat persetujuan badan pengawas," tuturnya.

Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya belum diberikan kesempatan untuk menjawab tudingan Dame Duma Sari. Rapat dipimpin Ketua Komisi III, Boydo HK Panjaitan dan dihadiri sejumlah anggota, seperti Dame Duma Sari, Jangga Siregar dan Modesta Marpaung.

Dirut PD Pasar Terancam Sanksi Tegas

MEDAN - Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya terancam mendapat sanksi karena dianggap telah melakukan kesalahan terkait pembangunan 75 kios di lantai 3 Pusat Pasar Medan. Selain Rusdi, Direktur Pengembangan dan Direktur Operasional juga terancam sanksi yang sama.

Anggota Badan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan, Nasib mengungkapkan kesalahan yang dilakukan direksi PD Pasar Kota Medan yakni membangun 75 kios tanpa persetujuan Badan Pengawas.

Selain itu, pembangunan 75 kios itu juga tidak ada di dalam Rencana Kerja Perusahaan Daerah (RKPD). Apalagi, PD Pasar juga membuat MoU (Memorandum Of Understanding) dengan pihak ketiga. Kedua hal itu dilakukan tanpa persetujuan Badan Pengawas.

"Apa yang dilakukan direksi saat ini terkait pembangunan 75 kios sudah diperiksa oleh Inspektorat, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 3 direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Pengembangan dinyatakan bersalah," jelasnya usai rapat bersama di Komisi III DPRD Medan.

Menyoal jenis sanksi, Nasib meminta pertanyaan itu diajukan langsung ke Inspektorat. "Mereka yang mengeluarkan. Tapi ada beberapa jenis sanksi, seperti pemberhentian, teguran lisan dan tertulis. Usulan sanksinya sudah disampaikan ke Wali Kota untuk dimintai persetujuan," tegas Nasib. (Rom)