Begal Belom Ketangkap, Jalan Perjuangan Tawuran. Jimmy Albertinus, SH : "Polsek Medan Timur Gagal Dalam Melindungi Warganya"



MEDAN - Aksi tawuran di Jalan Perjuangan Medan Perjuangan yang sudah berlangsung selama 2 bulan ini merupakan kegagalan Polsek Medan Timur dalam memberikan keamanan sehingga menimbulkan korban. Tidak itu saja, masih segar diingatan kita dengan nasib Ratna Delima Naibaho (49) yang harus mendapatkan perawatan intensif di RS Imelda Medan usai menjadi korban begal di Jalan Perkebunan, Medan Timur, Selasa (25/6/2019) lalu. Ironisnya, petugas yang telah mengantongi identitas pelaku (G Als GPL) hingga kini belum juga mampu menangkap pelaku sehingga membuat keresahan di masyarakat.

"Dengan tidak adanya tindakan tegas yang dilakukan Polsek Medan Timur terhadap tawuran sehingga menimbulkan korban, dalam hal ini pihak Polsek telah gagal dalam melindungi warganya, telah gagal dalam mencegah kejahatan sehingga situasi tidak kondusif," ujar Praktisi Hukum, Jimmy Albertinus saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (WA), Kamis (11/7/2019).
Korban begal, Ratna Delima Naibaho

Jimmy menambahkan, seyogyanya tugas Polisi adalah melindungi dan mengayomi masyarakat,  sesuai visi misi Jenderal Polisi Tito Karnavian yang lebih dikenal dengan "Polisi Promoter" pada 13 Juli 2016.

"Polisi itu melindungi dan mengayomi masyarakat, menjaga supaya warga kondusif dari tindak kejahatan termasuk mencegah terjadinya kejahatan," jelasnya.

Ia menjelaskan, pihak Polsek Medan Timur lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. "Kinerja Polsek Medan Timur beserta jajarannya perlu di evaluasi," tegasnya.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi perihal pelaku begal sadis yang membuat Ratna Delima Naibaho harus menjalani perawatan intensif, Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan bahwa pihaknya belom berhasil menangkap pelaku yang identitasnya telah diketahui.

"Pelaku belum tertangkap, masih dikejar. Sabar, nanti kalo sudah dapat akan kita beritahu. Kami sudah bentuk team dibantu Polrestabes Medan untuk mengejarnya," ujar Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin saat dikonfirmasi tentang pelaku begal di Jalan Perkebunan, Medan Timur, Senin (8/7/2019).

Diberitakan sebelumnya, Warga Jalan Perjuangan, Medan Perjuangan resah dengan aksi brutal 2 kelompok pemuda yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Ironisnya, aksi tawuran yang sudah berjalan 2 bulan ini luput dari pantauan kepolisian setempat, Minggu (7/7/2019).

"Tawuran ini sudah sering terjadi bang, sejak bulan puasa. Tapi hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak Kepolisian," ujar Dewi, salah seorang warga setempat yang resah dengan aksi tawuran.

Dewi menambahkan, menurut informasi yanga dapat, tawuran berawal dari kedua belah kelompok , Pemuda Jalan Rakyat dan Pemuda Jalan Perjuangan saling ejek hingga terjadi perkelahian.

"Katanya aksi tawuran ini bermula dari saling ejek akhirnya sering tawuran, malahan sering membawa senjata tajam (pisau dan parang) kaminwarha sini jadi resah. Sudah banyak kami mengalami kerugian," terangnya.

Kemudian, Dewi menambahkan, hingga saat ini sudah 2 bulan aksi tawuran antar 2 pemuda ini berlangsung tanpa tindakan dari pihak Kepolisian.

"Kami berharap pihak Kepolisian mau menuntaskan kasus ini, soalnya hingga sekarang tidak pernah ada pihak Polisi yang datang," harapnya. (Rom)