Astaga!!! Keluarga Korban Tewas Truk Sampah MMTC Disantuni Rp 10 Juta

PERCUT - Akhirnya, sedikit demi sedikit kasus tewasnya AH als PT Als IA (21) yang ditabrak truk sampah MMTC mulai terkuak. Ternyata pihak MMTC memberikan uang Rp 10 Juta sebagai tanda perdamaian. Astaga!!!!

"Kalo gak salah Rp 10 Juta bang, uang untuk berdamai," ujar keluarga korban FH.

FH menambahkan, bahwa korban merupakan anak perantauan dari Sei Jawi-Jawi, Labuhan Batu. Korban sudah 1 tahun ini merantau di Medan. Namun dikarenakan tidak lagi memiliki pekerjaan, terpaksa korban tinggal disebuah mesjid di Jalan Pembinaan 1, Krakatau, Medan.

"Setahun lalu korban merantau ke Medan bang, lalu karena tidak lagi bekerja terpaksa tinggal di sebuah mesjid di Jalan Pembinaan itu. Lalu disitulah ia kenal dengan sopir truk sampah MMTC itu, namanya bang Pian," terangnya.

Kemudian, FH menjelaskan bahwa keluarga korban yaitu abang korban (Qoirul Akmal) telah dipanggil pihak MMTC dan Kepolisian untuk mengurus Jasa Raharja.

"Baru aja abang korban pulang bang, kemarin dipanggil pihak MMTC dan Kepolisian untuk mengurus Jasa Raharja. Orang tuanya, Dardi Harahap tidak bisa datang karena sakit-sakitan bang," jelasnya.

Lanjutnya, korban merupakan anak bungsu dan 6 bersaudara. "Abangnya 2, kakaknya 3 orang bang, korban kelahiran Desa Sei Sitorus, Pakai Hulu, Labuhan Batu," bebernya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, AH Als PT (19) warga Jalan Pembinaan 1, Krakatau tewas dengan tubuh "berlipat" usai ditabrak truk sampah di MMTC Jalan Pancing, Medan, Selasa (2/7/2019) lalu. Ironisnya, pengemudi hingga sekarang belum juga di proses. Nah lho?

Menurut informasi, tewasnya AH bermula saat korban sedang membersihkan sampah. Saat itu, sebuah truk sampah kompleks MMTC yang berjalan mundur menabrak korban hingga masuk kedalam kolong truk. Akibatnya, tubuh korban terlipat dan kepala mengeluarkan darah. Warga dan pedagang bersama petugas MMTC langsung melarikan korban ke RS Haji Medan. Namun sayang, korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Subroto membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun hingga sekarang belum ada orang yang keberatan atau melapor ke Polsek Percut Seituan.

"Coba tanyakan ke Kanit Lantas selanjutnya.
Info yang saya dapati dari Kanit Lantas belum ada pengaduan dari pihak korban. Dan mereka antar keluarga sudah berdamai," ujar orang nomor 1 di Polsek Percut Seituan.

Namun saat dikonfirmasi tentang ada dugaan kasus tersebut ditutupi, Subroto menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada menutupi kasus tersebut.

"Hingga saat ini belum ada orang yang  keberatan/melapor dari korbannya. Jadi gak yg ditutupi bang," jelasnya. (Rom)