Soal Kasus Pelecehan Penyidik Medan Area (2). Dedi Suheri, SH :" Jika terbukti diharapkan sanksi yang seberat-beratnya"

Bukti transfer
MEDAN - Perbuatan tak terpuji penyidik Polsek Medan Area, Bripda DAS yang melakukan pelecehan terhadap Yashinta Khamisyah (29) terus mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Kali ini juga dari praktisi hukum, Dedi Suheri, SH. Jika terbukti, ia meminta Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto untuk menghukum oknum penyidik tersebut seberat-beratnya.

"Jelas hal seperti ini sangat mencoreng nama baik instansi kepolisian yang merupakan pelayan masyarakat, apalagi yang melaporkan ini korban dugaan pelecehan. Jika terbukti diharapkan sanksi yang seberat-beratnya," ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (13/6/2019).
Praktisi Hukum, Dedi Suheri
Dedi menambahkan, adapun perbuatan yang dilakukan oleh oknum penyidik tersebut dengan memanfaatkan jabatan dan kekuasaanya sebagai penyidik.

"Diharapkan kasus seperti ini di tanggapi dengan sebaik mungkin agar terciptanya kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam mencari keadilan," tegasnya.

Lanjutnya, Dedi berharap Bapak Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto untuk menindak tegas oknum penyidik tersebut.

"Jika benar adanya tindakan yang tidak profesional diduga dilakukan oknum penyidik Polsek Medan Area, diharapkan Bapak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto dan Bid Propam Polda Sumut untuk menindak tegas jika hal itu terbukti sebagaimana yang disampaikan oleh korban," harapnya mengakhiri.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya (WA), Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto tidak menjawab konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Polsek Medan Area berinisial DAS terpaksa dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu. Pasalnya ia  meminta uang ratusan ribu kepada keluarga tahanan, Yashinta Khamisiah Manik (29). Ironisnya, penyidik tersebut juga melecehkan korban mulai dari mengajak berciuman, mandi bersama dan sewa kamar (SK) di Hotel, Rabu (12/6/2019).

Menurut informasi yang diterima, aksi pelecehan ini bermula dari penangkapan adik korban, yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan.   Adik korban ditangkap sejak 12 April 2019 tanpa adanya surat penangkapan dan penahanan. Saat itulah oknum penyidik (DAS) bertemu dengan korban. Tergiur dengan kecantikan korban, oknum penyidik ini pun meminta uang dan melecehkan korban, mulai dari mengajak berciuman, memandikan dan menginap di Hotel (SK). Tak terima, korban bersama kuasa hukumnya pun melaporkan kasus tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Poldasu dengan STPL/35/V/2019/PROPAM.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar infonya, ada laporan ke Poldasu. Kita sudah ketemu dengan keluarganya dan menanyakan langsung," ujarnya.

Anjas Asmara juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu prosesnya dari Propam Poldasu.

"Kemarin cerita keluarganya (korban) sudah lapor ke Poldasu. Kita tunggu prosesnya," jelasnya mengakhiri. (Rom)